Sabtu, 28 Maret 2026

Lirik lagu Keluargaku adalah sorgaku

Lirik lagu Keluargaku adalah sorgaku

Keluargaku Adalah Sorgaku

Aku dan seisi rumahku
Akan selalu menyembah-Mu
Tuhan dan Rajaku
 
Di dalam kasih karunia-Mu
Yang hidup saling melayani
Dan melayani-Mu
 
Refr:
Bila Tuhan menjadi
Kepala rumah ini
Maka berkat kehidupan
Tercurah selalu
Datanglah k'rajaan-Mu
Jadilah kehendak-Mu
Kualami setiap waktu
Keluargaku adalah sorgaku 

Lirik lagu Kidung Mempelai Alkitabiah (PMA), Alangkah Bahagianya

Lirik lagu Kidung Mempelai Alkitabiah (PMA)

Alangkah Bahagianya

 

Oh alangkah bahagianya
Bila kita sek’luarga
Datang beribadah pada Tuhan
Bersama melayani Tuhan
Dan mengecap Firman-Nya
Firman Pengajaran
 
Kami datang Tuhan
Bawa hati dan diri kami
Untuk menerima
Firman pengajaran-Mu
Kami juga rindu
Bersama sekeluarga
Untuk dijadikan memp’lai Tuhan

Minggu, 22 Februari 2026

Bab 11 Manusia Sebagai Representasi Allah Bagi Alam Ciptaan (Materi ajar PAK Kelas 9)

Bab 11 Manusia Sebagai Representasi Allah Bagi Alam Ciptaan (Materi ajar PAK Kelas 9)

MANUSIA SEBAGAI REPRESENTASI ALLAH 
BAGI ALAM CIPTAAN 

Bahan Alkitab: Kejadian 1-2; Kisah Para Rasul 17:24-25; Roma 14:12 

Capaian Pembelajaran
Memahami bahwa manusia ditugasi Allah mengolah serta memelihara alam dan lingkungan hidup. 
 
Tujuan Pembelajaran
1. Menjelaskan bahwa sebagai ciptaan Allah, manusia memiliki tugas meme-lihara alam ciptaan Allah.
2. Menganalisis berbagai sikap dan tindakan manusia yang berkaitan dengan tanggung jawab mengelola dan memelihara lingkungan hidup.
3. Mengevaluasi ajaran Kekristenan mengenai manusia sebagai mandataris Allah dalam mengelola alam semesta. 

 

 SITUASI BUMI AKHIR-AKHIR INI DAN KONTRIBUSI KITA 

Bacalah kutipan artikel berita di bawah ini dan jawablah pertanyaan-pertanyaan diskusi berikut! 

'Neraka Bocor' 62 Derajat Celsius di Brasil, Warga 'Nyebur' ke Kolam 

Jakarta, CNN Indonesia Gelombang panas ekstrem yang melanda Brasil membuat warganya berbondong-bon-dong mencari kolam renang untuk mendinginkan diri. 

Puncak panas 'neraka bocor' terjadi di kota Rio de Janeiro hingga mencapai 62,3 derajat Celsius, pada Minggu (17/3). Gelombang panas tersebut menjadi yang tertinggi di Brazil dalam beberapa dekade terakhir. Umumnya suhu di Rio de Janeiro hanya mencapai 42 derajat Celsius. 

Akibatnya, warga Brasil yang kepanasan karena suhu ekstrem itu memadati beberapa kolam renang hingga pantai untuk mendinginkan suhu tubuh. 

Beberapa pengunjung tempat rekreasi khawatir terhadap suhu ekstrem yang dapat mengancam kehidupan masyarakat. "Saya sangat khawatir hal ini akan menjadi lebih buruk karena jumlah pen-duduk meningkat pesat dan penggundulan hutan sangat tinggi akibat peningkatan perumahan," ucap Raquel Correia, seorang asisten administratif di sebuah taman di kota Rio de Janeiro, dikutip dari Al Jazeera. 

Pasalnya, dalam beberapa waktu terakhir Brasil mengalami kenaikan suhu yang signifikan. Per November tercatat mencapai 59,7 derajat Celsius. Namun, dalam beberapa pekan ke depan pihak berwenang Brasil menghimbau bahwa hujan lebat dan badai akan melanda wilayah Selatan. 

"Minggu ini akan ada risiko yang sangat tinggi di wilayah tengah-selatan Brasil karena hujan lebat dan badai. Sistem yang paling mengkhawatirkan adalah cuaca dingin yang sangat intens yang akan disertai hujan lebat dan kemungkinan angin kencang," ujar badan informasi cuaca MetSul. 

Sebelumnya, Brasil kerap mengalami kenaikan suhu ekstrem. Hal ini juga memicu berbagai masalah yang berdampak pada kehidupan masyarakat Brasil. Lebih dari itu, kebakaran hutan juga menjadi salah satu kekhawatiran utama bagi pemerintah Brasil yang belakangan sering terjadi. Brasil menjadi salah satu negara di Amerika Selatan yang setiap tahunnya terkena dampak dari krisis iklim. 

Pertanyaan Diskusi
1. Menurut pendapatmu, mengapa fenomena seperti yang tertulis dalam berita di atas sangat lazim terjadi beberapa tahun belakangan ini?
2. Apakah gelombang panas yang diberitakan di atas merupakan bencana alam murni? Berikan pendapatmu!
3. Apa saja faktor-faktor yang menimbulkan krisis iklim dan anomali cuaca?
4. Dampak apa saja yang ditimbulkan krisis iklim pada manusia?
5. Bagaimana cara kita pelajar Kristen berkontribusi positif dalam penanganan krisis iklim seperti dicontohkan dalam berita di atas? 

 

Peristiwa bencana yang terjadi belakangan ini, seperti banjir bandang dan berbagai bencana hidrometeorlogi lainnya, merupakan dampak kerusakan lingkungan dan bumi yang kita huni. Kerusakan tersebut tidak lepas dari ulah manusia sendiri. Di Kejadian 9:11 dengan jelas Allah mengadakan perjanjian dengan Nuh bahwa tidak akan ada lagi air bah yang la adakan untuk memusnahkan manusia dan seisi bumi. 

Tuhan menjadikan segala sesuatu sungguh amat baik (Kej. 1:31). Ia menciptakan manusia untuk menjadi representasi-Nya dalam mengelola dan memelihara alam semesta sehingga tetap dalam kondisi baik. Akan tetapi, dosa keserakahan membuat manusia mengor-bankan bumi, satu-satunya planet tempat tinggalnya. Bumi dieksploitasi untuk memenuhi nafsu keserakahannya. 

Kita para pelajar Kristen mungkin tidak menebang hutan dalam skala besar. Kita tidak menghancurkan sebuah dataran untuk menambang hasil bumi di dalamnya. Kita juga tidak membuang limbah beracun dalam skala besar ke dalam laut atau membangun pabrik-pabrik yang memperparah polusi udara. Akan tetapi, sehari-hari kita sering mem-baang-buang makanan. Membiarkan keran air terbuka walaupun air di dalam bak sudah meluber. Membeli telepon pintar tiap kali ada tipe baru yang diluncurkan. Tindakan negatif yang menurut kita kecil, sangatlah berdampak pada kita dan orang lain pada saat ini dan pada masa mendatang. 

Tentu kita harus bertanggung jawab atas bencana yang terjadi belakangan ini walaupun hanya Tuhan saja yang mampu memberikan takaran penghakimannya. Kita harus sadar bahwa hidup kita tidak hanya terkoneksi dengan sesama manusia, tetapi juga dengan alam ciptaan yang lain. Kerusakan lingkungan alam tidak hanya berdampak pada manusia, tetapi juga pada ciptaan lain. 

 

TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB MANUSIA DALAM ALAM CIPTAAN 

Menurut kisah penciptaan, Allah menciptakan manusia pada hari ke-6, hari terakhir setelah la menciptakan segala sesuatu. Setelah menjadikan manusia, Allah menyebut bahwa semua yang la ciptakan sungguh amat baik (Kej. 1:31). 

Manusia yang diciptakan menurut gambar dan rupa Allah diberi kuasa atas alam ciptaan yang lain. Kata "berkuasa" di Kejadian 1:26 bermakna mengawasi, memerintah, juga mengolah. Oleh karena itu, tindakan manusia mengeksploitasi dan merusak alam semesta untuk meraup keuntungan pribadi maupun kelompok tidak dibenarkan. 

Allah menciptakan manusia sebagai representasi kehadiran-Nya bagi segenap ciptaan. Artinya, manusia memiliki tugas dan tanggung jawab menjaga dan melestarikan keberlang-sungan hidup segenap ciptaan. Kita harus ingat bahwa sebagai makhluk representasi Allah yang dikaruniai akal pikiran dan hati nurani, kita memikul tanggung jawab besar. Allah akan meminta pertanggungjawaban pelaksanaan mandat tersebut. Rasul Paulus menegaskan bahwa setiap orang akan memberikan pertanggungjawaban mengenai dirinya sendiri kepada Tuhan (Rm. 14:12). Dan tidak ada yang tersembunyi di hadapan Tuhan (Ibrani 4:13). 

Di Kisah Para Rasul 17:24-25 Rasul Paulus mengatakan kepada orang-orang Athena bahwa Allah Pencipta, yang daripada-Nya berasal segala sesuatu, tidak tinggal dalam patung-patung maupun kuil-kuil buatan manusia. Apa makna perkataan Paulus bagi kita hari ini? Allah telah menciptakan alam semesta yang amat baik bagi kita agar hati kita hanya tertuju kepada-Nya. la menciptakan alam semesta sebagai sumber kehidupan umat manusia. Akan tetapi, manusia menjadikan keuntungan ekonomi, kemajuan teknologi, serta keuntungan pribadi dan kelompoknya sebagai "berhala-berhala"nya sehingga ia tidak lagi melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. Bukannya memelihara, manusia malah merusak dan menghancurkan alam semesta. 

 

Aktivitas 1 

Taliskan minimal ima kebiasaannra yang berkontribusi merusak lingkungan! Apa yang akan kamu lakukan untuk mengubah kebiasaan tersebut? Buatlah komitmen jangka pendekmu! 

 

PERAN DAN TANGGUNG JAWAB KITA MENYELAMATKAN BUMI  

Sebagai manusia yang diciptakan menurut gambar dan rupa Allah, kita diberi tugas merawat dan melestarikan alam semesta. Kelak Allah akan meminta pertanggungjawaben kita terkait dengan pelaksanaan tugas tersebut. 

Melihat fenomena krisis iklim yang makin memprihatinkan belakangan ini, maka sangat diperlukan langkah-langkah konkret untuk memberi kontribusi positif kepada alam semesta, dimulai dari kebiasaan kita sehari-hari. 

Paus Fransiskus, di dalam tulisannya yang berjudul Laudato Si, memberikan satu istilah penting yang sangat perlu dipahami dan dilakukan oleh setiap manusia yang hidup hari ini, yaitu "pertobatan ekologis". Pertobatan ekologis secara sederhana dapat dimulai dengan mengubah kebiasaan-kebiasaan kita yang sebelumnya cenderung merusak dan mengeksploitasi lingkungan alam dan seisinya, menjadi kebiasaan-kebiasaan yang ramah lingkungan. Kebiasaan-kebiasaan baik akan menciptakan sebuah ikatan positif antara kita manusia dengan semesta ciptaan Allah. 

Aktivitas 3 

Refleksi

Tuliskan minimal lima kebiasaan lamamu yang harus kamu ubah dan ganti dengan kebiasaan baru dalam rangka pemeliharaan dan pelestarian lingkungan! Presentasikan di depan kelas hasil refleksimu! 

 

NO

Kebiasaan Lama Yang Merusak Lingkungan

Kompitmen Baru

1

Suka membuang sampah sembarangan

Membuang sampah pada tempatnya

2

 

 

3

 

 

4

 

 

5

 

 

 

Aktivitas 4 

Buatlah poster bertema besar "perubahan gaya hidup untuk menyelamatkan lingkungan!" Poster dapat berupa poster digital maupun poster fisik. Isi poster harus memuat pesan terpenting tentang isu utama yang juga dikaitkan dengan ajaran Kristen. Contoh: isu dan pesan utama adalah "kurangi sampah". Isu dan pesan tersebut dijabarkan dalam bentuk gambar dan kalimat kampanye kreatif yang meyakinkan orang bahwa jumlah sampah sudah begitu banyak sehingga orang perlu berusaha untuk tidak menghasilkan sampah. Jangan lupa sertakan ayat Alkitab serta nilai-nilai Kristiani di dalamnya. Presentasikanlah postermu di depan kelas! 

 

RANGKUMAN 

Allah menciptakan manusia menurut gambar dan rupa-Nya yang sempurna. Tujuan Allah menciptakan manusia agar mereka dapat berkuasa atas segala ciptaan lainnya. "Berkuasa" berarti mengelola dan memelihara secara bertanggung jawab. 

Krisis iklim yang terjadi belakangan ini tidak lain disebabkan karena ulah dan keserakahan manusia sendiri, bukan karena inisiatif Allah untuk menghancurkan ciptaan-Nya. Oleh karena itu, sebagai orang Kristen, kita wajib melakukan "pertobatan ekologis" sebagai bukti keseriusan kita berkontribusi dalam upaya menyelamatkan alam, sumber kehidupan kita.

 


Sumber: Buku Paket Pendidikan Agama Kristen Kelas 9 (Penerbit BPK Gunung Mulia)

Bab 10 Pemeliharaan Allah Bagi Alam Ciptaan (Materi ajar PAK kelas 9)

Bab 10 Pemeliharaan Allah Bagi Alam Ciptaan (Materi ajar PAK kelas 9)

PEMELIHARAAN ALLAH BAGI ALAM CIPTAAN

Bahan Alkitab: Kejadian 1-2; Wahyu 6:6 

Capaian Pembelajaran
Memahami bahwa pemeliharaan Allah atas alam dan manusia terus berlangsung di dalam segala situasi. 
 
Tujuan Pembelajaran
1. Memahami makna pemeliharaan Allah atas alam ciptaan bagi manusia.
2. Menganalisis keterlibatan manusia dalam karya pemeliharaan Allah atas alam ciptaan.
3. Mengevaluasi ajaran Kekristenan mengenai karya penciptaan dan peme-liharaan Allah atas alam semesta. 

 

BELAJAR DARI KISAH PENCIPTAAN DAN PEMELIHARAAN ALLAH 

Dari Alkitab kita tahu bahwa Allah menciptakan segala sesuatu dengan kuasa firman-Nya. Bumi yang tadinya belum berbentuk dan masih kosong, menjadi berbentuk dan dipenuhi berbagai ciptaan-Nya: terang dan gelap; langit; laut, darat, dan tumbuh-tumbuhan; benda-benda langit; hewan air dan burung-burung; ternak, binatang melata, dan binatang liar, serta manusia. Setelah Allah selesai mencipta, Alkitab menyatakan: "Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh sangat baik..." (Kej. 1:31). 

Allah berfirman, "... penuhilah dan taklukkanlah bumi..." (Kej. 1:28). Kemudian, Allah membawa segala binatang ciptaan-Nya kepada Adam untuk ia namai (Kej. 2:19). Ini menunjukkan bahwa manusia menjadi perpanjangan tangan Allah dalam mengelola dan memelihara alam semesta. 

Jika peran ini dilaksanakan, tentu alam semesta masih indah seperti waktu Allah ciptakan. Namun, sayang, pada masa kini, kita menyaksikan begitu banyak kerusakan alam yang terjadi. Pepohonan di hutan ditebangi. Kayu-kayunya dijual. Lahannya dijadikan lahan perkebunan kelapa sawit atau perumahan. Pertambangan bermunculan di wilayah-wilayah yang dianggap kaya hasil bawah buminya. Praktik eksploitasi alam besar-besaran terjadi. Tujuannya untuk meraup keuntungan sebesar-besarnya. Dampaknya dialami semua makhluk hidup, termasuk manusia. Banyak satwa liar kehilangan tempat tinggal dan makanan sehingga timbul konflik antara manusia dengan satwa liar saat satwa liar masuk permukiman manusia untuk mencari makan. Perubahan iklim membingungkan para petani untuk menentukan jadwal tanam maupun panen sehingga krisis pangan pun mengancam manusia. 

Bagaimana kita dapat memahami pemeliharaan Allah dalam situasi yang sedemikian parah? Iman kita menyatakan bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi orang-orang yang mengasihi-Nya (Rm. 8:28). Krisis iklim yang terjadi hari-hari belakangan ini membuat kita belajar bahwa manusia pada dasarnya adalah instrumen paling utama Allah dalam memelihara alam semesta. 

 

Aktivitas 1 

Carilah sebuah berita atau video mengenai bencana alam yang terjadi beberapa hari belakangan ini. Kemudian, buatlah sebuah peta konsep terkait dengan kronologi dan faktor-faktor penyebab bencana tersebut terjadi. Presentasikanlah peta konsepmu di depan kelas! 

 

BAGAIMANA ORANG PERCAYA TERLIBAT DALAM KARYA 
PEMELIHARAAN ALLAH BAGI SEMESTA CIPTAAN? 

Dengan kuasa-Nya Allah menciptakan alam semesta dan manusia. la juga menghendaki agar manusia dapat menjadi perpanjangan tangannya untuk memelihara keberlangsungan alam semesta. 

Di Wahyu 6:6 versi Bahasa Indonesia Sehari-hari tertulis: "Dan saya mendengar sesuatu yang kedengarannya seperti suara yang berseru dari tengah-tengah keempat makhluk itu. Suara itu berkata, 'Seliter gandum yang baik seharga upah sehari, dan tiga liter gandum jenis lain seharga upah sehari juga. Tetapi jangan merusakkan pohon-pohon zaitun dan kebun anggur!" Ayat itu hendak mengatakan bahwa ketika manusia dalam kondisi sulit yang diakibatkan ulahnya sendiri, salah satunya kelaparan, barulah ia menyadari betapa pentingnya memelihara alam semesta agar mendapatkan hasil yang baik. 

Di bab selanjutnya kita akan memperdalam lebih jauh tentang tugas dan tanggung jawab manusia melaksanakan mandat Tuhan Pencipta untuk memelihara keberlangsungan alam semesta. 

 

RANGKUMAN

Allah menciptakan alam semesta dalam keadaan baik. Pemeliharaan-Nya terus berlanjut sampai saat ini. Allah menggunakan manusia sebagai perpanjangan tangan-Nya. Allah menginginkan manusia terlibat di dalam karya pemeliharaan-Nya. 

 

TUGAS

Buatlah tulisan reflektif atas tindakan yang selama ini kamu lakukan dalam rangka menjadi perpanjangan tangan Tuhan dalam memelihara ciptaan Allah!

 

 


Sumber: Buku Paket Pendidikan Agama Kristen Kelas 9 (Penerbit BPK Gunung Mulia)


Bab 9 Moderasi Beragama Dalam Masyarakat Majemuk (Materi ajar PAK kelas 9)

Bab 9 Moderasi Beragama Dalam Masyarakat Majemuk (Materi ajar PAK kelas 9)

MODERASI BERAGAMA DALAM MASYARAKAT MAJEMUK

Bahan Alkitab: Matius 22:38-39; Yohanes 13:34; Yakobus 2:8 

Capaian Pembelajaran
Memahami model dialog dan kerja sama antarumat beragama dalam rangka penguatan moderasi beragama. 
 
Tujuan Pembelajaran

  1. Memahami makna dialog antarumat beragama untuk membangun moderasi beragama di dalam masyarakat majemuk.
  2. Menganalisis model-model dialog antarumat beragama yang dapat dikem-bangkan di dalam masyarakat majemuk.
  3. Mengevaluasi ajaran Kekristenan serta peranan gereja dalam mewujudkan moderasi beragama di dalam masyarakat majemuk.

  

PENGANTAR 

Sebagai negara yang memiliki 17.508 pulau, Indonesia merupakan salah satu bangsa sangat kompleks keberagamannya. Semboyan negara "Bhinneka Tunggal Ika" menggambarkan kondisi bangsa Indonesia yang mempunyai banyak keragaman suku, budaya, adat, dan agama - negara Indonesia mengakui enam agama resmi - dan kepercayaan kepada Tuhan YME. Karena kompleksitas keberagaman tersebut, Indonesia menjadi salah satu negara di dunia yang sangat rawan konflik. Sejarah mencatat bahwa bangsa Indonesia pernah melewati berbagai konflik berdarah yang berbasis SARA. Penolakan pendirian rumah ibadah bagi umat agama yang dianggap minoritas tak jarang terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu pendekatan persuasif agar peristiwa-peristiwa serupa tidak terjadi lagi di dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang majemuk.  

Salah satu upaya yang terus dilakukan oleh berbagai tokoh masyarakat dan aparat pemerintah adalah model dialog. Bagaimana model pendekatan dialog dapat mencegah kekerasan berbasis SARA dalam masyarakat? Apa keterkaitan model dialog dengan moderasi beragama? Bagaimana ajaran Kekristenan memandang dialog dan moderasi beragama dalam masyarakat majemuk? 

 

Aktivitas 1 

Buatlah penelitian kecil di kelasmu terkait dengan keberagaman yang ada di antara teman-teman sekelasmu. Buatlah tabel yang menarik berisi data nama, agama, suku, bahasa daerah asal, dan hobi masing-masing temanmu. Kemudian, lakukan analisis "seberapa majemukkah kelasku?" terhadap data yang telah kamu kumpulkan tersebut. 

 

MENGENAL BERBAGAI MODEL PENDEKATAN DIALOG ANTARAGAMA 

Ada pepatah berbunyi "tak kenal maka tak sayang". Pepatah ini menyatakan kebutuhan berdialog supaya kita dapat saling mengenal dan memahami satu dengan yang lain. Jika kita saling memahami, niscaya kita dapat mencegah perseteruan, bahkan konflik berbasis SARA yang dapat menimbulkan pertumpahan darah di masyarakat. Pendekatan dialog haruslah menjadi jalan hidup setiap anggota masyarakat yang majemuk dalam setiap perjumpaan dengan pihak lain. Dalam menghadapi permasalahan, dialog haruslah dike-depankan.  

Melakukan dialog juga merupakan cara kita berefleksi atau memeriksa diri masing-masing apakah kita sudah menjadi orang yang baik dan bermanfaat bagi masyarakat atau masih ada hal-hal lainnya yang perlu dipahami. Dialog antarumat beragama menjadi pertemuan hati dan pikiran antarpemeluk berbagai agama, cara berkomunikasi di antara para penganut agama untuk bekerja sama demi kepentingan bersama. 

Ada tiga model utama dalam melaksanakan dialog antarumat beragama di Indonesia, yaitu dialog teologis, dialog etis, dan dialog empiris. 

Dialog teologis merupakan pendekatan dialog yang lebih bersifat doktrinal atau ajaran agama mengenai paham Ketuhanan, penciptaan, asal-usul manusia, dosa, konsep-konsep keagamaan, atau hal-hal teologis lainnya. Dialog teologis bertujuan untuk meng-hilangkan stigma dan prasangka terhadap kelompok masyarakat atau orang-orang yang berbeda pemahaman dengan kita sehingga kita tidak dengan mudah menyatakan bahwa suatu golongan itu sesat atau kafir karena perbedaan pandangan. 

Model dialog teologis tidak hanya mempercakapkan keyakinan agama kita kepada pihak agama lain, tetapi juga kepada kelompok-kelompok di dalam agama itu sendiri (bersifat internal). Contoh, ketika melakukan dialog teologis, kita akan saling memberi pemahaman tentang konsep Ketuhanan dalam agama Kristen, Islam, Buddha, Hindu. dan agama lainnya. Di lingkup intrareligius dilakukan perbincangan-perbincangan seputar pemahaman yang terasa sedikit berbeda untuk mencapai titik kesepahaman, misalnya mengenai pemahaman Roh Kudus dan baptisan di gereja Protestan arus utama dengan di gereja Pentakosta. 

Dialog etis antarumat beragama membicarakan hal-hal yang bersifat moralitas dan etis yang harus dilakukan oleh semua orang, apa pun agamanya. Semua manusia sesung-guhnya memiliki nasib yang sama, yaitu memiliki kebutuhan untuk hidup. Oleh karena itu, etika universal atau moralitas universal dibutuhkan oleh manusia. Etika universal ini merupakan hak asasi manusia mendapatkan kebebasan, keadilan, dan perdamaian. Etika universal diperlukan untuk membangun perdamaian, keharmonisan, dan kesejahteraan hidup bersama. 

Dialog empiris mengedepankan pengalaman dan spiritualitas. Dalam dialog inilah masing-masing peserta membagikan pengalaman-pengalaman keagamaan yang berakar pada tradisi-tradisi agamanya. Berbagi pengalaman doa, kontemplasi, meditasi, dan lebih dalam lagi, pengalaman mistik. 

 

MODERASI BERAGAMA DALAM LINGKUP MASYARAKAT MAJEMUK 

Moderasi beragama secara singkat berarti, cara pandang, sikap hidup, dan perilaku para pemeluk agama di Indonesia. Prinsip utama moderasi beragama adalah meyakini secara mutlak dan radikal kebenaran agama yang dianutnya sebagai kebenaran, akan tetapi, tetap menghormati, menghargai, dan tidak dengan mudah memberikan label "sesat" atau "kafir" kepada penganut agama atau kepercayaan lain. 

Belakangan ini, moderasi beragama menjadi program rutin pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Agama di setiap Bimas masing-masing agama. Moderasi beragama telah dimasukkan ke dalam rencana program jangka menengah nasional sebagai program kerja yang berkelanjutan. Mengapa demikian? Karena program moderasi beragama memiliki dimensi sosial-politik dan budaya, yaitu mencapai nilai keadilan dan kesetaraan bersama antarpemeluk agama. 

Di dalam konteks hidup bernegara, hak dan kewajiban setiap pemeluk umat beragama sesungguhnya sama di mata hukum. Setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk menganut agama dan kepercayaan. Moderasi beragama mengupayakan agar praktik keadilan dan kesetaraan antarumat beragama dapat berlangsung dengan baik sesuai dengan nilai-nilai dan prinsip ideal yang diharapkan. 

Lawan moderasi beragama adalah politik identitas. Politik identitas berprinsip bahwa hak dan kewajiban seseorang ditentukan agama, suku, atau identitas diri lainnya yang ia miliki. 

 

AJARAN KEKRISTENAN MENGENAI MODERASI BERAGAMA 
DAN HIDUP DALAM DIALOG 

Apakah Kekristenan, khususnya Alkitab, berbicara mengenai moderasi beragama dan dialog? Di dalam Alkitab memang kita tidak menemukan istilah"dialog antarumat beragama" maupun "moderasi beragama". Moderasi beragama dan dialog antarumat beragama merupakan konsep dalam dunia modern. Meskipun demikian, Alkitab memiliki prinsip-prinsip penting yang dapat diterapkan dalam konteks moderasi beragama dan membangun dialog antarumat beragama. 

Pertama, orang Kristen harus hidup dengan damai serta berlaku baik kepada semua orang (Rm. 12:17-18). 

Kedua, dialog hendaklah dilakukan berlandaskan kasih kepada Tuhan dan kasih kepada sesama manusia (Mat. 22:37-39). Kita melakukan dialog bukan untuk menonjolkan diri, menyerang orang lain yang berbeda, ataupun membuktikan bahwa kita yang paling benar di antara semua. 

Ketiga, moderasi beragama maupun dialog dilakukan sebagai wujud pelayanan kasih kepada Allah dan sesama (Yoh. 13:34). 

Tetap berpegang teguh pada iman percaya kita kepada Kristus merupakan hal yang penting. Berupaya memahami dan berdialog dengan umat beragama lain dalam proses moderasi beragama dan dialog teologis tidak berarti kita membiarkan diri "diombang-ambingkan oleh berbagai angin pengajaran" (Ef. 4:14). 

Aktivitas 2 

Bacalah cerita mengenai Daniel dan tiga sahabatnya di kitab Daniel 1:1-21. Lakukan analisis terhadap teks tersebut dan jelaskan keterkaitan cerita tersebut dengan model dialog dan moderasi beragama yang telah kita pelajari!  


RANGKUMAN 

Moderasi beragama dan dialog antarumat beragama sangat dibutuhkan dalam konteks masyarakat majemuk, seperti yang kita temukan di negara kita, Indonesia. Iman kepada Kristus memampukan kita memahami dan menghargai orang lain yang memiliki kepercayaan berbeda. Proses dialog dan saling mengenal hendaklah dilandasi dengan kasih, perdamaian, dan prinsip saling melayani. Moderasi beragama dan dialog teologis kita lakukan dengan tetap berpegang teguh pada iman percaya kita kepada Kristus.

 

 

Sumber: Buku Paket Pendidikan Agama Kristen Kelas 9 (Penerbit BPK Gunung Mulia)

 

Bab 8 Makna Gereja Dalam Masyarakat Majemuk (Materi ajar PAK kelas 9)

Bab 8 Makna Gereja Dalam Masyarakat Majemuk (Materi ajar PAK kelas 9)

MAKNA GEREJA DALAM MASYARAKAT MAJEMUK

Bahan Alkitab: Matius 28:19-20; Kisah Para Rasul 1:8; 1 Petrus 2:9 

 

Capaian Pembelajaran
Memahami makna kehadiran gereja dalam pelayanan yang membawa pembaruan bagi dunia secara keseluruhan. 

Tujuan Pembelajaran
1. Memahani tugas dan panggilan gereja secara umum dalam masyarakat majemuk.
2. Menganalisis berbagai teks di dalam Alkitab yang berkaitan dengan makna gereja sebagai pembawa pembaruan pada dunia.
3. Mengevaluasi makna dan tugas panggilan gereja di dalam konteks masyarakat majemuk.
 

 

PENGANTAR 

Apakah setiap Minggu kamu pergi ke gereja? Pergi ke gereja merupakan aktivitas rutin yang kita orang Kristen lakukan setiap Minggu. Beberapa gereja juga mengadakan ibadah kategorial atau diskusi mengenai kehidupan rohani di tengah minggu atau pada akhir pekan. Selain beribadah, kegiatan apa lagi yang kamu ikuti?  

Ketika mendengar kata "gereja", apa yang terlintas di benakmu? Beberapa orang mungkin berpikir bahwa gereja adalah ibadah yang berhubungan dengan tata cara atau liturgi tertentu. Ada juga yang berpandangan bahwa gereja adalah gedung tempat beribadah orang Kristen. Beberapa juga berpikir bahwa gereja adalah organisasi atau sinode yang terdiri dari para pendeta atau penatua. Namun, apa makna sesungguhnya "gereja"? 

 

Aktivitas 1 

Menurut pendapatmu, apa makna lagu pembukaan yang kita nyanyikan bersama-sama di awal pelajaran ini? Diskusikan dengan teman-temanmu! 

 

GEREJA ADALAH PERWUJUDAN DIRI ORANG PERCAYA 

Lagu yang kita nyanyikan di awal pelajaran (Aku gereja, Kaupun Gereja, KJ:257) menyatakan bahwa gereja adalah kita. Aku, kau, dan semua orang Kristen adalah gereja. Kata "gereja" berasal dari bahasa Portugis "igreja" yang bermakna gedung pertemuan tempat orang Kristen melaksanakan ibadah. Kata "igreja" juga mengandung makna organisasi bagi orang Kristen untuk membangun komunitas demi mencapai sebuah tujuan bersama. Akan tetapi, apakah makna "gereja" hanya berdimensi gedung dan organisasi keagamaan? Apa makna kalimat "aku dan kamu adalah gereja"?  

Gereja adalah setiap orang percaya yang telah Tuhan Yesus panggil keluar dari kegelapan dosa ke dalam terang keselamatan, yaitu kehidupan kekal bersama Allah, jemaat yang didirikan Tuhan Yesus di atas fondasi pengakuan bahwa Yesus Kristus Mesias Anak Allah dan alam maut tidak akan menguasainya (Mat. 16:18). 

Gereja berasal dari bahasa Yunani ekklesia yang berarti dipanggil keluar. Menurut sejarah Yunani kuno, ekklesia merupakan dewan kota yang menentukan arah kebijakan serta para tokoh masyarakat yang terdiri dari para pemimpin region yang bertugas mem-buat hukum dan undang-undang. Para dewan ekklesia ini juga memiliki tugas menentukan keputusan mengenai perang dan hubungan dengan negara-negara lain. Apa kaitan antara gereja dengan ekklesia tersebut? Gereja adalah kumpulan jemaat atau kongregasi yang memiliki tugas dan panggilan untuk menjalankan Amanat Agung Kristus ke seluruh dunia, di tengah-tengah masyarakat majemuk. 

 

TUGAS DAN PANGGILAN GEREJA DALAM MASYARAKAT MAJEMUK 

Apa saja tugas dan panggilan kita sebagai gereja di tengah masyarakat majemuk? Pada prinsipnya, ada empat. Pertama, tugas pelayanan atau diakonia. Sebagai umat Tuhan, kita dipanggil untuk hidup melayani seorang akan yang lain sesuai dengan karunia yang dimiliki, seperti yang tertulis di 1 Petrus 4:10. Kedua, tugas untuk bersekutu atau koinonia. Sebagai umat Tuhan di dalam gereja kita memiliki tugas dan tanggung jawab untuk hidup dalam persekutuan dengan Tuhan dan dengan sesama orang percaya. Ketiga, tugas gereja adalah memberitakan kesaksian atau marturia. Tugas kesaksian kepada dunia inilah yang dimaksud gereja dalam bahasa Yunani ekklesia, yang berarti dipanggil keluar. Jemaat Tuhan dipanggil keluar untuk menyaksikan kehidupan keselamatan kekal kepada dunia agar dunia percaya dan dapat ikut menikmati keselamatan kekal itu. Keempat, tugas gereja adalah melaksanakan pengajaran atau pendidikan. Gereja bertugas untuk mendidik umat Tuhan atau yang disebut dengan didaskalia. Wahyu 3:19 menyatakan bahwa barangsiapa yang dikasihi, ia akan ditegur dan dihajar. Di dalam persekutuan orang Kristen ada kuasa Roh Kudus yang bekerja sehingga orang bertobat, kembali ke jalan yang benar dan hidup berkenan di hadapan Tuhan. 

Gereja adalah umat Allah yang berdiri atas pengakuan iman bahwa Yesus Kristus adalah Mesias, Anak Allah yang hidup. Gereja Tuhan diutus untuk memberitakan Injil keselamatan kepada dunia. Akan tetapi, gereja tidak cukup hanya memiliki iman percaya kepada Allah di dalam Yesus Kristus. Mengabarkan Injil saja tidaklah cukup, apalagi saat ini kita berada di dalam masyarakat yang majemuk, yang latar belakang agama, budaya, rasnya beragam. Oleh karena itu, gereja harus menunjukkan bukti keimanannya melalui perbuatannya kepada dunia, seperti tertulis di Yakobus 2:26: iman tanpa perbuatan pada hakikatnya mati. Gereja yang tidak melakukan pelayanan diakonia adalah gereja yang mati 

Gereja memiliki tanggung jawab melayani mereka yang miskin dan tertindas. Di Kisah Para Rasul 6:1-6 diceritakan bahwa para rasul membentuk tim diakonia untuk me layani orang yang miskin dan berkekurangan. Ketika memberi pelayanan diakonia, gereja juga sedang menyaksikan iman mereka kepada Kristus. "Kesaksian" dalam bahasa Yunani adalah marturia, yang terjemahan bahasa Inggrisnya adalah martyrdom (martir). Pengertian martir tidak hanya berani mati dalam mempertahankan iman, tetapi juga menyerahkan hidup sepenuhnya kepada Allah untuk melakukan pelayanan, termasuk melayani sesama lintas batas. 

Untuk apa orang Kristen pergi ke gereja setiap Minggu? Untuk memelihara relasi dengan Allah dan relasi dengan saudara seiman di dalam Kristus. Sebagai orang-orang percaya, kita dipanggil Allah untuk pergi dan menghasilkan buah di dalam kuasa Roh Kudus. Hubungan yang terpelihara baik dengan Allah maupun dengan sesama akan menguatkan kita saat menghadapi berbagai tantangan dan persoalan sewaktu menyaksikan iman kita. Persekutuan orang Kristen juga menjadi tempat Roh Kudus terus berkarya dan memberi kita kuasa agar tetap bersaksi dan berjalan di dalam kebenaran Allah. 

 

MAKNA TUGAS DAN PANGGILAN GEREJA DI DALAM MASYARAKAT MAJEMUK 

Ketika melaksanakan panggilan Allah, sebagai gereja, umat Tuhan perlu memahami identitas diri sebagai murid Kristus yang diutus. Tuhan Yesus memerintahkan kepada para murid-Nya untuk pergi dan menjadikan segala bangsa murid-Nya (Mat. 28:19-20). Gereja diberi tugas dan dipanggil untuk melayani, bersaksi, bersekutu, dan mendidik orang di dalam kebenaran (Mat. 28:19-20). 

Tuhan Yesus meneguhkan para murid-Nya bahwa mereka akan menerima kuasa ketika Roh Kudus turun. Setelah menerima kuasa Roh Kudus pada hari Pentakosta, me-reka dimampukan untuk memberitakan Injil (Kis. 1:8). Sejarah gereja mencatat bahwa para rasul pergi dari Yerusalem, ke berbagai penjuru dunia, termasuk ke India untuk men-jadikan segala bangsa menjadi murid Tuhan. Mereka juga melakukan baptisan sebagai buah Pekabaran Injil. Para rasul meyakini janji penyertaan Kristus sampai akhir zaman sehingga mereka tidak gentar menghadapi risiko penganiayaan, bahkan kematian. Semua rasul, kecuali Yohanes, mati dengan cara dieksekusi karena mempertahankan iman kepada Kristus dan ajaran sejati, yaitu bahwa Allah telah menyelamatkan dunia di dalam dan melalui Yesus Kristus dan manusia menjadi percaya karena kuasa Roh Kudus sendiri.

Sebagai orang Kristen, kita telah Allah kuduskan dan pisahkan dari dunia. Kita me miliki tugas dan panggilan khusus dari Kerajaan Allah. Melayani merupakan tanggung jawab yang melekat dan tidak terpisahkan dari orang yang telah dipilih serta ditetapkan oleh Allah sebagai imamat yang rajani, umat kepunyaan Allah sendiri. Tuhan Yesus berkata bahwa tugas dan panggilan itu tidak mudah karena kita berada di dalam dunia (Yoh. 15:19) dan bagian dari masyarakat yang majemuk. Namun, janji penyertaan Tuhan sampai akhir zaman kepada murid-murid-Nya juga berlaku bagi kita saat ini. 

 

Aktivitas 2 

Menurut pendapatmu, apa saja yang dapat dilakukan oleh orang Kristen saat ini dalam rangka memberitakan Injil di tengah masyarakat majemuk? Bagikan pendapatmu di depan kelas! 

 

RANGKUMAN  

Sebagai orang percaya, kita memiliki tugas dan tanggung jawab di dalam dunia. Berbicara mengenai gereja bukan hanya mengenai aktivitas beribadah, gedung pertemuan, atau organisasi keagamaan Kristen. Gereja merupakan komunitas orang percaya yang telah Allah pilih dan khususkan untuk pergi memberitakan Kabar Baik. Ada empat tugas dan panggilan utama gereja, yaitu bersaksi mengenai iman kepada Kristus, melayani orang yang miskin dan tertindas, memelihara hubungan dengan Allah dan sesama dalam persekutuan, dan mendidik agar orang dapat bertobat dan mau memberi diri dibina. 


Sumber: Buku Paket Pendidikan Agama Kristen Kelas 9 (Penerbit BPK Gunung Mulia)

Bab 7 Gaya Hidup Pergaulan Muda mudi Masa Kini (Materi ajar PAK kelas 9)

Bab 7 Gaya Hidup Pergaulan Muda mudi Masa Kini (Materi ajar PAK kelas 9)

GAYA HIDUP PERGAULAN MUDA-MUDI MASA KINI 

Bahan Alkitab: Filipi 1:9-10; 2 Timotius 2:22 

 

Capaian Pembelajaran

Memahami prinsip rendah hati, penguasaan diri, peduli sesama, dan makna persahabatan dalam kehidupan sehari-hari. 

Tujuan Pembelajaran 
1. Memahami pengertian pacaran dalam konteks masa kini.
2. Menganalisis teks Alkitab yang berkaitan dengan prinsip-prinsip pacaran yang sehat.
3. Mengevaluasi sikap rendah hati, penguasaan diri, dan kepedulian dalam hubungan pacaran pada masa kini. 

 

PENGANTAR

 Apakah kamu pernah naksir seseorang? Apakah kamu ingat kapan pertama kali kamu naksir seseorang? Apakah kamu sempat berpacaran dengan orang yang kamu taksir tersebut?

Masa remaja adalah fase awal di mana manusia mulai bertumbuh menjadi dewasa. Fase awal ini ditandai dengan mulai berfungsinya hormon testosterone pada laki-laki dan hormon progesterone dan esterogen pada perempuan. Hormon-hormon yang aktif di dalam tubuh ini berpengaruh pada tubuh, seperti muncul jakun pada laki-laki dan payudara pada perempuan. Beberapa bagian tubuh, seperti kemaluan dan ketiak, mulai ditumbuhi rambut. Remaja laki-laki akan mengalami mimpi basah, remaja perempuan akan mengalami menstruasi. Orang yang sudah mengalami tanda-tanda ini berarti hormon seksualnya sudah aktif. Hormon reproduksi yang sudah aktif mengakibatkan munculnya rasa tertarik secara romantis dan seksual kepada orang lain. Perempuan biasanya mengalami tanda-tanda ini pada usia 10-14 tahun, sedangkan laki-laki pada usia 11-14 tahun. Ketika mengalami fase ini, maka remaja biasanya akan merasakan "cinta monyet". Banyak yang memilih untuk memiliki hubungan eksklusif antara dua orang yang biasa disebut dengan pacaran. Sering kali pacaran dianggap sebagai hal yang kontroversial atau topik yang tabu untuk dibicarakan. Sebagai orang beriman pun sering kali bertanya, "Apakah orang Kristen boleh berpacaran?"

 Apa yang Alkitab katakan mengenai hubungan eksklusif pada masa remaja ini? Apa saja prinsip-prinsip kekristenan yang perlu dipegang agar dapat menjalani hubungan eksklusif yang sehat?


KONTEKS HUBUNGAN EKSKLUSIF MASA KINI 

Ada satu ungkapan yang sering kita lihat di beberapa akun sosial media yang cukup terkenal: "Kalau kamu mampu makan di restoran sendiri dan nonton di bioskop sendiri, berarti tidak ada hal lagi dalam hidup ini yang perlu kamu takuti". Pada saat ini, ada banyak candaan, bahkan ejekan yang menyinggung para "jomblo" (orang yang tidak punya pacar). Beberapa tahun yang lalu, muncul istilah "jones" atau jomblo ngenes untuk mengejek orang yang tidak punya pasangan seolah hidup sempurna hanya jika memiliki pasangan. Tren membawa pasangan ke berbagai acara keluarga dijadikan peluang bisnis oleh beberapa oknum untuk membuka jasa sewa pacar. Tidak jarang jasa sewa pacar seperti ini berujung pada prostitusi online 

Memiliki pasangan sudah menjadi standar ideal dan nilai yang dikejar oleh orang. orang masa kini. Bahkan, sejak masih usia sekolah banyak remaja yang merasa malu kalau belum punya pacar. Pacaran seperti menjadi budaya yang terinternalisasi di dalam diri remaja masa kini. Dampak dari fenomena ini tentu sangat signifikan. Makna nilai-nilai kasih setia, kasih sayang, dan cinta direduksi sehingga hanya sebatas pemuasan nafsu belaka, 

Hal yang cukup memprihatinkan adalah bahwa banyak anak remaja yang memutuskan untuk berpacaran karena merasa kesepian. Dengan menjalin hubungan pacaran dengan orang lain, ada harapan bahwa rasa sepi dan kesendirian itu akan hilang dengan sendirinya, 

Kalau saat ini kamu sedang dalam relasi pacaran, ada satu pertanyaan yang perlu kamu jawab. Mengapa kamu memutuskan untuk berpacaran pada usia sekarang? 

Pada tahun 2019, ada sebuah film Indonesia berjudul "Dua Garis Biru" yang cukup menyita perhatian. Film yang bertemakan pergaulan bebas remaja pada masa kini itu berhasil meraih bebe rapa penghargaan, antara lain Skenario Asli Film Terbaik di Festival Film Indonesia 2019 dan Aktor Terbaik di Indonesia Movie Award 2019. Film "Dua Garis Biru" bercerita tentang sepasang remaja SMA bernama Dara dan Bima yang berpacaran. 

Awalnya, mereka mendapatkan dukungan dari teman-teman hingga keluarga masing-masing. Sampai pada suatu hari, Dara dan Bima terlibat dalam hubungan seksual, Dara dikeluarkan dari sekolah lantaran ia hamil akibat dari perbuatannya dengan Bima. Keluarga 

Dara pun akhirnya mengusir Dara untuk tinggal di keluarga Bima yang terletak di perkam-pungan kumuh. Orang tua Bima menyarankan mereka untuk menikah. Masalah kembali muncul ketika Dara mengetahui rencana orang tuanya untuk mengambil anaknya dan menyerahkan kepada pamannya. Dara juga harus berpisah dengan Bima karena ia harus menjalani pendidikan di luar negeri. 

Dari film itu kita dapat memetik pelajaran bahwa walaupun hormon reproduksi kita pada masa remaja sedang bertumbuh dan membuat kita menggebu-gebu dalam meng-ekspresikan rasa cinta kepada orang lain, kita perlu memiliki pengendalian dan kontrol diri menurut nilai-nilai kekristenan dan batasan nilai dan norma yang berlaku di masya-rakat. Ketika kita hanyut dalam relasi asmara yang menggebu-gebu dan melanggar batasan nilai dan norma, kita harus siap menanggung risiko dan akibat yang ditimbulkan. Kita tidak hanya menyusahkan diri sendiri dan pasangan. Banyak pihak yang akan terdampak akibat perbuatan kita, yaitu larut dalam hubungan yang tidak bertanggung jawab. Sebagai orang Kristen, apakah kita diperbolehkan untuk berpacaran? 


Aktivitas 1 

Tuliskan pendapatmu atas fenomena kehidupan pacaran anak remaja di masa kini! 
Berdasarkan pengamatan saya, alasan anak remaja masa kini memilih untuk berpacaran adalah ............. …………………………………………………………………………………………………..................

 

APA KATA ALKITAB TENTANG PACARAN? 

 Apabila kita menelusuri seluruh isi Alkitab memang kita tidak akan menemukan kata "pacaran" di ayat mana pun. Kalaupun kita menganggap pacaran sebagai tahap pertama untuk saling mengenal sebelum naik ke jenjang perkawinan, konsep sosial seperti itu pun tidak ada di Alkitab. Kalau begitu, apakah berarti Alkitab tidak memuat prinsip apa pun yang berkaitan dengan pacaran? Tentu tidak demikian. Di dalam relasi interpersonal yang eksklusif seperti pacaran tentu ada batasan serta nilai agama yang menjadi rambu untuk menjaga kualitas hubungan tersebut supaya tidak salah arah. Hal-hal apa sajakah yang tertulis di dalam Alkitab yang dapat kita jadikan sebagai nilai dan batasan dalam menjalin hubungan yang eksklusif? 

 

1.    Kita harus memiliki pengertian dan pengetahuan yang benar untuk dapat memilih yang baik (Flp. 1:9-10) 

Sebagai manusia yang hidup pada zaman modern tentu kita dapat melihat hal-hal yang dapat menjerumuskan kita saat berpacaran. Hal-hal buruk dan berbahaya di dalam membangun relasi eksklusif tersebut hendaklah menjadi bahan pertimbangan bagi kita untuk memilih apa yang baik supaya kita tetap menjaga kekudusan kita. 

2.      Kita dinasihati untuk tidak mengikuti hawa nafsu orang muda (2Tim. 2:22) 

Rasul Paulus menggunakan kata epithumia untuk menggambarkan hawa nafsu orang muda. Kata epithumia berarti hasrat untuk melakukan hal-hal terlarang atau hawa nafsu berahi. Hubungan seksual yang terjadi dalam hubungan pacaran jelas sekali dilakukan dalam rangka memenuhi hawa nafsu orang muda seperti yang dituliskan oleh Rasul Paulus. Di dalam hubungan dengan orang lain Rasul Paulus mengingatkan agar kita memakai prinsip kasih agape atau kasih tanpa syarat yang tidak melibatkan nafsu sesaat. 


3.      Menyadari bahwa tubuh kita adalah bait Roh Kudus (1Kor. 6:9) 

Sebagai anak Tuhan, kita harus sadar penuh bahwa Roh Kudus berdiam di dalam tubuh kita. Itu berarti, kita hendaknya menjauhkan diri dari percabulan, pun ketika sedang menjalin relasi eksklusif dengan orang lain. 


4.      Kita dipanggil untuk mempersembahkan tubuh kita bagi Allah (Rm. 12:1) 

Ibadah kita yang sejati adalah bagaimana kita mempersembahkan tubuh kita kepada Allah sebagai persembahan yang hidup, kudus, dan berkenan. Hendaknya kita mengingat hal ini saat kita sedang berada dalam relasi pacaran dengan orang lain. 

5.      Orang Kristen dipanggil untuk tidak menjadi serupa dengan dunia (Rm. 12:2) 

Kita memang hidup pada era di mana orang bebas mau melakukan hubungan intim saat masih remaja atau sebelum menikah. Namun, apakah itu berarti, kita mengikutinya? Rasul Paulus mengajak setiap orang percaya untuk berubah dengan pembaharuan budi sehingga dapat membedakan mana yang baik, mana yang berkenan kepada Allah, dan yang sempurna. 


6.      Ada saat yang tepat untuk membangkitkan cinta (Kid. 2:7) 

Penulis kitab Kidung Agung mengingatkan hingga dua kali melalui pesan yang sama: "Jangan kamu membangkitkan dan menyalakan cinta sebelum diingininya" (Kid. 2:7; 3:5). Dari ayat ini kita belajar bahwa akan ada saat yang tepat bagi kita untuk menyalakan cinta. Apakah pacaran di masa remaja adalah masa yang tepat untuk berhubungan seksual? 


7.      Setiap dari kita akan memberikan pertanggungjawaban kepada Allah (Rm. 14:12) 

Ketika kita memutuskan untuk mengikuti hawa nafsu berahi saat menjalin hubungan pacaran dengan orang lain, siapkah kita memberikan pertanggungjawaban di hadapan Allah? Apakah kita sudah mengukur kemampuan kita untuk menerima konsekuensi dari segala tindakan kita?


8.      Kita dipanggil oleh Allah untuk memuliakan Dia dengan tubuh kita (1Kor. 6:20) 

Sebagai orang percaya, kita telah ditebus oleh darah Kristus dan harganya sangat mahal. Apakah kita akan menyia-nyiakan penebusan Kristus hanya untuk terlibat dalam hubungan yang bertujuan untuk memenuhi hawa nafsu berahi saja? Rasul Paulus mengingatkan kita untuk memuliakan Allah dengan tubuh kita. 

 

Aktivitas 2 

Kamu sudah membaca beberapa ayat yang merupakan prinsip kunci bagi kita orang Kristen dalam membangun hubungan dengan orang lain khsusunya pacaran. Setelah membaca ayat-ayat Alkitab tersebut, menurutmu, apa itu pacaran menurut iman Kristen?  


MEMBANGUN RELASI YANG SEHAT DENGAN SESAMA 

Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Korintus mengingatkan jemaat bahwa walaupun segala sesuatu diperbolehkan, tidak semuanya bermanfaat. Rasul Paulus men-contohkan dirinya yang tidak mau diperhamba oleh apa pun (1Kor. 6:12). Dalam relasi pacaran hari ini, ada satu kata yang cukup terkenal di kalangan muda-mudi, yaitu bucin atau budak cinta. Singkatnya, bucin adalah istilah yang disematkan kepada mereka yang rela melakukan apa pun demi menyenangkan pacar. Demi mempertahankan cinta atau atas nama cinta, seseorang rela menyerahkan diri untuk diperlakukan semau pasangannya. Kerap terjadi kehamilan yang tidak diinginkan dan penularan penyakit menular seksual di kalangan remaja akibat tren ini. Apakah hubungan yang merusak dan membuat kita diper-hamba orang lain merupakan hubungan yang sehat? 

Relasi yang sehat adalah relasi yang membangun kedua pihak yang terlibat di dalam-nya. Oleh karena itu, dibutuhkan rasa kepedulian kepada sesama agar kita dapat memba-ngun hubungan yang baik dan sehat. Selain itu, seperti yang Rasul Paulus nasihatkan. kita harus mengenakan kasih sebagai pengikat yang menyatukan dan menyempurnakan (Kol. 3:14). Kata kasih yang digunakan adalah agape, yaitu kasih Allah yang mau berkorban dan tidak mengobarkan hawa nafsu. Oleh karena itu, dalam relasi yang sehat dibutuhkan penguasaan diri supaya kita tidak terjebak mengikuti hawa nafsu orang muda. 

Sebagai remaja Kristen, kita juga diajak merendahkan hati, mengakui bahwa belum saatnya bagi kita untuk membangkitkan dan menyalakan cinta. Cinta dan relasi yang intim dengan sesama manusia merupakan anugerah Tuhan. Tuhan yang telah menciptakan dan menjadikan itu nyata tertanam dalam diri kita, baik secara biologis maupun psikologis.

Akan tetapi, Tuhan sedang menguji hati dan iman kita dengan hasrat yang telah la karuniakan kepada kita, apakah kita akan tetap mempersembahkan tubuh kita bagi-Nya dalam kasih dan kerendahan hati? Cara kita mempersembahkan tubuh kita bagi Allah adalah dengan menerapkan penguasaan diri ketika menjalin relasi dengan sesama. Saat menjalin hubungan dengan sesama, kita perlu mengedepankan kasih dan kepedulian agar tercipta hubungan relasi yang sehat dengan sesama manusia sesuai dengan kehendak Tuhan. 

 

Aktivitas 3 

Setelah memahami prinsip membangun relasi yang sehat dengan sesama, tuliskanlah apa yang menjadi komitmen pribadimu saat menjalin hubungan dengan orang lain pada masa remaja ini! 

Komitmen pribadi saya dalam membangun relasi dengan orang lain ..................................................... …………………………………………..................................................................................................

 

RANGKUMAN 

Sebagai anak-anak Tuhan, kita dipanggil untuk mengasihi sesama dalam kasih yang tidak mengobarkan hawa nafsu, melainkan dengan kasih Allah yang rela mengorbankan diri-Nya bagi banyak orang (agape). Kita menyadari bahwa hasrat adalah pemberian Tuhan dan masa remaja adalah saat ketika hormon reproduksi manusia mulai aktif. Meskipun demikian, Alkitab berpesan dengan jelas kepada setiap orang percaya bahwa ada saatnya manusia dapat menikmati gairah cinta sebab itu jangan pernah membangkitkan dan menyalakan cinta sebelum waktunya (Kid. 2:7; 3:5). Sebagai orang percaya, kita juga dipanggil untuk memilih yang baik dan mempersembahkan tubuh kita dengan keadaan yang suci dan berkenan kepada Allah.

 


Sumber: Buku Paket Pendidikan Agama Kristen Kelas 9 (Penerbit BPK Gunung Mulia)

Jumat, 20 Februari 2026

Bab 1 Karya Allah Melalui Perkembangan IPTEK (Materi Ajar PAK Kelas 9)

Materi Ajar PAK Kelas 9 Karya Allah Melalui Perkembangan IPTEK

BAB I: KARYA ALLAH MELALUI PERKEMBANGAN IPTEK

 

A.    A. PERKEMBANGAN TEKNOLOGI DALAM TEKS-TEKS ALKITAB

Apabila kita mencari secara langsung kata "teknologi" atau "revolusi digital" atau "industri di dalam Alkitab tentu kita tidak dapat menemukannya. Namun, ada berbagai teks dan kisah Alkitab yang berkaitan dengan penggunaan teknologi. Beberapa teks Alkitab yang menceritakan penggunaan teknologi di antaranya adalah:

  • ü  Kain berprofesi sebagai petani.
  • ü  Setelah membunuh Habel, Kain mendirikan kota (Kej. 4:17).
  • ü  Tubal-Kain adalah bapak para perajin besi dan tembaga (Kej. 4:22).
  • ü  Nuh membangun bahtera yang ukurannya diinstruksikan secara langsung oleh Tuhan (Kej. 6).
  • ü  Setelah peristiwa air bah, manusia membuat Menara Babel yang puncaknya mencapai langit (Kej. 11).
  • ü  Tuhan memberi Aholiab dan Bezaleel pengertian dan kecakapan untuk membuat Kemah Suci dengan berbagai ukuran serta ukiran yang spesifik dan terperinci (Kel. 31)
  • ü  Salomo membangun Bait Allah dengan ukuran yang spesifik dan detail yang sangat terperinci (1Raj. 6)
  • ü  Tuhan Yesus adalah anak tukang kayu yang pasti menggunakan alat-alat untuk menghasilkan perabotan (Mat. 13:55)
  • ü  Paulus adalah seorang rasul yang aktif berkomunikasi dengan jemaat-jemaat Tuhan dengan menggunakan surat.

 

Dari teks-teks Alkitab tersebut kita dapat melihat bahwa Tuhan kita bukanlah sosok yang anti kemajuan dan perkembangan teknologi. Bahkan, la sendiri yang memberikan hikmat kepada manusia agar dapat menggunakan teknologi. Dari teks-teks Alkitab kita belajar bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi datang dari Tuhan. Agar dapat menjadi orang yang berpengetahuan, kita perlu memiliki rasa takut dan hormat kepada Tuhan terlebih dahulu (Ams. 1:7). Segala sesuatu dijadikan oleh Tuhan. Tanpa Dia, tidak akan ada segala sesuatu (Yoh. 1:3). Oleh karena itu, segala sesuatu yang kita lakukan, seperti makan, minum, maupun hidup sehari-hari, hendaklah semuanya itu kita tujukan untuk kemuliaan Allah (1Kor. 10:31).

 

B.    B. CARA ORANG BERIMAN MEMANFAATKAN TEKNOLOGI SECARA BERTANGGUNG JAWAB

Apa yang terlintas di pikiranmu ketika mendengar kata "teknologi"? Mungkin sebagian dari kita akan langsung membayangkan internet, komputer, smartphone, atau hal-hal yang lebih canggih lainnya. Menurut kamus Miriam-Webster, teknologi merupakan penemuan barang-barang atau benda-benda yang berguna a untuk menyelesaikan persoalan. Berdasarkan definisi ini, pengertian teknologi juga makin diperluas menjadi penciptaan benda-benda untuk lebih memudahkan kehidupan manusia. Di dalam teks-teks Alkitab kita melihat bahwa Rasul Paulus menggunakan surat sebagai teknologi komunikasi untuk menjangkau jemaat-jemaat Tuhan. Kita juga melihat bagaimana Tuhan memberikan pengertian dan kecakapan kepada Aholiab dan Bezaleel untuk membuat Kemah Suci.

Teknologi juga dipakai oleh orang-orang setelah zaman Nuh untuk membangun Menara Babel yang tingginya sampai ke langit (Kej. 11). Dari cerita-cerita tersebut kita dapat melihat bahwa teknologi dapat mendatangkan berkat maupun kutuk di dalam kehidupan manusia.

Kita melihat dalam perjalanan sejarah bahwa teknologi dipakai untuk memecahkan banyak persoalan di seluruh dunia. Teknologi telah meningkatkan kualitas dan harapan hidup banyak orang di dunia. Akan tetapi, di sisi lain, kita melihat bahwa kemajuan dan perkembangan teknologi yang pesat juga mendatangkan penderitaan, penyakit, hingga kematian banyak orang. Sebagai anak-anak Tuhan, kita melihat bahwa teknologi juga harus "ditebus" demi kemuliaan Tuhan dan kebaikan umat manusia. Dalam hal ini, teknologi tidak serta-merta harus langsung ditolak atau diterima tanpa berpikir panjang dan pertimbangan yang matang. Berpikiran bijaksana dan terbuka merupakan sikap yang paling tepat, yang harus ditunjukkan oleh orang beriman pada masa kini. Kita tahu bahwa hidup dapat dipermudah dengan bantuan teknologi. Namun, kita sadar, teknologi bukan-lah solusi terbaik dari segala persoalan hidup manusia. Dengan teknologi kita dapat mem-bagikan Berita Sukacita kepada banyak orang. Akan tetapi, dengan teknologi yang sama kita juga menghujat dan menghina orang lain.

Bagaimana gereja menyikapi perkembangan teknologi? Ada banyak ilmuwan yang lahir dari "rahim" gereja. Sebagian besar dari para ilmuwan yang menjadi penemu ilmu pengetahuan dan berbagai teori ilmu pengetahuan alam merupakan biarawan Katolik, pastor katolik, atau teolog dan pendeta Kristen, seperti:

 

o   Isaac Newton, penemu teori gravitasi; seorang teolog Kristen
o   Antonie van Leeuwenhoek, bapak ilmu mikrobiologi; seorang Kristen
o   Carl Linnaeus, bapak dari taksonomi modern di ilmu biologi; seorang Kristen
o   Alessandro Volta, penemu baterai dan sistem energi listrik
o   Luca Pacioli, bapak ilmu akuntansi; seorang biarawan Katolik dari Ordo Fransiskan
o   Antoine Lavoisier, bapak ilmu kimia modern
o   Louis Pasteur, bapak penemu vaksin dan sistem Pasteurisasi
o   John Dalton, penemu teori atom dalam ilmu kimia
o   Galileo Galilei, seorang astronom Italia penemu teleskop, Teori Bumi Bulat, penemu benda-benda langit, dan planet Venus dan Mars; seorang biarawan Katolik
o   Johannes Keppler, penemu Teori Keppler, yaitu gerak planet; seorang Katolik
o   Nicolaus Coppernicus, penemu Teori Heliosentrisme dan sistem tata surya; seorang rohaniwan Katolik
o   Blaise Pascal, seorang ahli matematika penemu Teori Segitiga Pascal, teorema Pascal; seorang penulis Katolik

 

Masih banyak lagi ilmuwan dan penemu yang merupakan orang-orang Kristen atau Katolik, yang nama-nama mereka mungkin pernah kamu dengar di mata pelajaran Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Astronomi, Akuntansi, atau lainnya.

Banyaknya ilmuwan yang lahir dari "rahim" gereja merupakan bukti bahwa pada dasarnya, gereja tidak anti terhadap teknologi. Bahkan, kita percaya bahwa teknologi itu datang dari Tuhan. Karya Tuhan nyata di dalam setiap sejarah penemuan dan perkem-bangan IPTEK melalui para ilmuwan dan penemu yang juga merupakan orang-orang percaya. Dalam hal ini gereja juga memanfaatkan perkembangan IPTEK untuk menyebar-kan misi dan Kabar Baik. Kita dapat melihat dalam sejarah bahwa dalil-dalil teologi Martin Luther dapat tersebar hampir ke seluruh Eropa berkat penemuan mesin cetak oleh Johannes Guttenberg. Pada awal-awal tahun 1950-an, misi dan pekabaran Injil untuk menjangkau banyak orang disebarkan melalui teknologi radio hingga media cetak. Sekitar pertengahan tahun 1990-an sampai awal tahun 2000-an muncul televangelist atau para penginjil dan pendeta yang berkhotbah di TV. Benny Hinn, Morris Cerullo, Reinhard Bonke, Billy Graham, Joel Osteen, Oral Roberts, hingga Joyce Meyer dan masih banyak lagi adalah para pendeta atau penginjil yang khotbah-khotbah dan pengajaran mereka disiarkan melalui televisi.

Pada era Revolusi Industri 4.0 saat ini, pelayanan gereja sudah dapat diakses oleh masyarakat luas, baik yang Kristen maupun yang beragama lain. Banyak pendeta, penginjil, hingga jemaat awam yang menggunakan media sosial untuk berkhotbah, membuat konten yang berkaitan dengan pengajaran Kristen, hingga ibadah online yang disiarkan secara langsung di akun media sosial masing-masing.

 Menyikapi fenomena perkembangan dan penggunaan teknologi di dalam masyarakat dan gereja, ada peran, tugas, dan panggilan yang harus dilakukan di tengah-tengah arus teknologi yang makin meluas dan tak terbendung ini. Gereja berperan aktif seperti Yohanes Pembaptis yang berseru-seru di padang gurun agar setiap orang meluruskan jalan bagi Tuhan (Mrk.1:2-3). Suara kenabian gereja mungkin dianggap seperti suara di tengah gurun di tengah masifnya penggunaan teknologi untuk berbagai kepentingan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu, apa yang harus dilakukan gereja secara nyata?

 

o   Gereja tetap melakukan misi dan pelayanan dengan pemanfaatan IPTEK.

o   Gereja tetap menyuarakan kebenaran kepada masyarakat luas agar dapat meman-faatkan kemajuan IPTEK secara benar, bermanfaat, dan bertanggung jawab.

o   Setiap orang beriman dipanggil untuk menyadari bahwa setiap orang akan diminta pertanggungjawaban di hadapan Tuhan atas segala perbuatan mereka (Rm. 14:12)

o   Orang beriman dipanggil untuk menjadi teladan bagi dunia untuk berkata-kata yang baik dan mengunggah hal-hal baik di media sosial. Karena setiap kata-kata yang tidak berguna harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah (Mat. 12:36)

 

Sebagai orang Kristen, kita perlu menyadari bahwa memang segala sesuatu diper-bolehkan. Akan tetapi, tidak semua berguna dan membangun (1Kor. 10:23). Oleh karena itu, saat hendak memanfaatkan teknologi, kita perlu melihat apakah yang akan kita laku-kan dengan teknologi itu bersifat membangun dan berguna untuk kebaikan banyak orang atau malah merusak dan menjadi batu sandungan.

Memanfaatkan perkembangan dan kecanggihan teknologi secara positif merupakan kewajiban setiap orang beriman. Berikut ini adalah beberapa contoh pemanfaatan teknologi secara positif:

 

  1. Ø  menggunakan media sosial untuk menyebarkan informasi yang penting dan berguna serta terverifikasi kebenarannya
  2. Ø  menyebarkan pesan kebaikan melalui komentar, status, dan unggahan kita di media sosial
  3. Ø  membantu UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) untuk memasarkan produk mereka kepada masyarakat luas
  4. Ø  menggunakan kemajuan teknologi sebagai sarana untuk menolong orang lain
  5. Ø  memanfaatkan kecanggihan IPTEK untuk membantu pengerjaan pekerjaan-peker-Jaan yang sulit
  6. Ø  menggunakan kemajuan IPTEK untuk mencari informasi yang bersifat umum dan menambah referensi pengetahuan

        Segala sesuatu datang dari Tuhan. Teknologi adalah karya Allah bagi manusia. Oleh karena itu, kita harus mengembalikannya bagi kemuliaan nama Tuhan (Rm. 11:36).


RANGKUMAN 

Sebagai orang beriman, kita menyadari bahwa segala sesuatu datang dari Tuhan. Kemajuan IPTEK dalam peradaban manusia merupakan karya Allah. Tuhan yang memberi manusia pengertian dan hikmat sehingga manusia dapat membuat peralatan dan benda-benda yang mempermudah kehidupan. 

Gereja tidak anti dengan kemajuan dan kecanggihan ilmu pengetahuan. Banyak penemu dan ilmuwan yang lahir dari "rahim" gereja. Gereja banyak berkontribusi bagi peradaban manusia, khususnya dalam hal perkembangan IPТЕК. 

Teknologi berasal dari Allah. Maka, sebagai orang Kristen, kita dipanggil untuk menggunakan teknologi secara baik, bermanfaat, dan bertanggung jawab. Sebagai orang beriman, kita harus memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk hormat dan kemuliaan nama Tuhan saja.

 


Sumber: Buku Paket Pendidikan Agama Kristen Kelas 9 (Penerbit BPK Gunung Mulia)