Materi Ajar PAK Kelas 9 Karya Allah Melalui Perkembangan IPTEK
BAB I: KARYA ALLAH MELALUI PERKEMBANGAN IPTEK
A.
A. PERKEMBANGAN TEKNOLOGI DALAM TEKS-TEKS ALKITAB
Apabila kita mencari secara langsung kata "teknologi" atau "revolusi digital" atau "industri di dalam Alkitab tentu kita tidak dapat menemukannya. Namun, ada berbagai teks dan kisah Alkitab yang berkaitan dengan penggunaan teknologi. Beberapa teks Alkitab yang menceritakan penggunaan teknologi di antaranya adalah:
-
ü Kain berprofesi sebagai petani.
-
ü Setelah membunuh Habel, Kain mendirikan kota (Kej. 4:17).
-
ü Tubal-Kain adalah bapak para perajin besi dan tembaga (Kej. 4:22).
-
ü Nuh membangun bahtera yang ukurannya diinstruksikan secara langsung oleh
Tuhan (Kej. 6).
-
ü Setelah peristiwa air bah, manusia membuat Menara Babel yang puncaknya
mencapai langit (Kej. 11).
-
ü Tuhan memberi Aholiab dan Bezaleel pengertian dan kecakapan untuk membuat
Kemah Suci dengan berbagai ukuran serta ukiran yang spesifik dan
terperinci (Kel. 31)
-
ü Salomo membangun Bait Allah dengan ukuran yang spesifik dan detail yang
sangat terperinci (1Raj. 6)
-
ü Tuhan Yesus adalah anak tukang kayu yang pasti menggunakan alat-alat
untuk menghasilkan perabotan (Mat. 13:55)
-
ü Paulus adalah seorang rasul yang aktif berkomunikasi dengan jemaat-jemaat
Tuhan dengan menggunakan surat.
Dari teks-teks Alkitab tersebut kita dapat melihat bahwa Tuhan kita
bukanlah sosok yang anti kemajuan dan perkembangan teknologi. Bahkan, la
sendiri yang memberikan hikmat kepada manusia agar dapat menggunakan
teknologi. Dari teks-teks Alkitab kita belajar bahwa ilmu pengetahuan dan
teknologi datang dari Tuhan. Agar dapat menjadi orang yang berpengetahuan,
kita perlu memiliki rasa takut dan hormat kepada Tuhan terlebih dahulu (Ams.
1:7). Segala sesuatu dijadikan oleh Tuhan. Tanpa Dia, tidak akan ada segala
sesuatu (Yoh. 1:3). Oleh karena itu, segala sesuatu yang kita lakukan,
seperti makan, minum, maupun hidup sehari-hari, hendaklah semuanya itu kita
tujukan untuk kemuliaan Allah (1Kor. 10:31).
B.
B. CARA ORANG BERIMAN MEMANFAATKAN TEKNOLOGI SECARA BERTANGGUNG JAWAB
Apa yang terlintas di pikiranmu ketika mendengar kata "teknologi"? Mungkin sebagian dari kita akan langsung membayangkan internet, komputer, smartphone, atau hal-hal yang lebih canggih lainnya. Menurut kamus Miriam-Webster, teknologi merupakan penemuan barang-barang atau benda-benda yang berguna a untuk menyelesaikan persoalan. Berdasarkan definisi ini, pengertian teknologi juga makin diperluas menjadi penciptaan benda-benda untuk lebih memudahkan kehidupan manusia. Di dalam teks-teks Alkitab kita melihat bahwa Rasul Paulus menggunakan surat sebagai teknologi komunikasi untuk menjangkau jemaat-jemaat Tuhan. Kita juga melihat bagaimana Tuhan memberikan pengertian dan kecakapan kepada Aholiab dan Bezaleel untuk membuat Kemah Suci.
Teknologi juga dipakai oleh orang-orang setelah zaman Nuh untuk membangun
Menara Babel yang tingginya sampai ke langit (Kej. 11). Dari cerita-cerita
tersebut kita dapat melihat bahwa teknologi dapat mendatangkan berkat maupun
kutuk di dalam kehidupan manusia.
Kita melihat dalam perjalanan sejarah bahwa teknologi dipakai untuk memecahkan banyak persoalan di seluruh dunia. Teknologi telah meningkatkan kualitas dan harapan hidup banyak orang di dunia. Akan tetapi, di sisi lain, kita melihat bahwa kemajuan dan perkembangan teknologi yang pesat juga mendatangkan penderitaan, penyakit, hingga kematian banyak orang. Sebagai anak-anak Tuhan, kita melihat bahwa teknologi juga harus "ditebus" demi kemuliaan Tuhan dan kebaikan umat manusia. Dalam hal ini, teknologi tidak serta-merta harus langsung ditolak atau diterima tanpa berpikir panjang dan pertimbangan yang matang. Berpikiran bijaksana dan terbuka merupakan sikap yang paling tepat, yang harus ditunjukkan oleh orang beriman pada masa kini. Kita tahu bahwa hidup dapat dipermudah dengan bantuan teknologi. Namun, kita sadar, teknologi bukan-lah solusi terbaik dari segala persoalan hidup manusia. Dengan teknologi kita dapat mem-bagikan Berita Sukacita kepada banyak orang. Akan tetapi, dengan teknologi yang sama kita juga menghujat dan menghina orang lain.
Bagaimana gereja menyikapi perkembangan teknologi? Ada banyak ilmuwan yang lahir dari "rahim" gereja. Sebagian besar dari para ilmuwan yang menjadi penemu ilmu pengetahuan dan berbagai teori ilmu pengetahuan alam merupakan biarawan Katolik, pastor katolik, atau teolog dan pendeta Kristen, seperti:
o
Isaac Newton, penemu teori gravitasi; seorang teolog Kristen
o
Antonie van Leeuwenhoek, bapak ilmu mikrobiologi; seorang Kristen
o
Carl Linnaeus, bapak dari taksonomi modern di ilmu biologi; seorang
Kristen
o
Alessandro Volta, penemu baterai dan sistem energi listrik
o
Luca Pacioli, bapak ilmu akuntansi; seorang biarawan Katolik dari Ordo
Fransiskan
o
Antoine Lavoisier, bapak ilmu kimia modern
o
Louis Pasteur, bapak penemu vaksin dan sistem Pasteurisasi
o
John Dalton, penemu teori atom dalam ilmu kimia
o
Galileo Galilei, seorang astronom Italia penemu teleskop, Teori Bumi Bulat,
penemu benda-benda langit, dan planet Venus dan Mars; seorang biarawan
Katolik
o
Johannes Keppler, penemu Teori Keppler, yaitu gerak planet; seorang
Katolik
o
Nicolaus Coppernicus, penemu Teori Heliosentrisme dan sistem tata surya;
seorang rohaniwan Katolik
o
Blaise Pascal, seorang ahli matematika penemu Teori Segitiga Pascal,
teorema Pascal; seorang penulis Katolik
Masih banyak lagi ilmuwan dan penemu yang merupakan orang-orang Kristen
atau Katolik, yang nama-nama mereka mungkin pernah kamu dengar di mata
pelajaran Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Astronomi, Akuntansi, atau
lainnya.
Banyaknya ilmuwan yang lahir dari "rahim" gereja merupakan bukti bahwa pada dasarnya, gereja tidak anti terhadap teknologi. Bahkan, kita percaya bahwa teknologi itu datang dari Tuhan. Karya Tuhan nyata di dalam setiap sejarah penemuan dan perkem-bangan IPTEK melalui para ilmuwan dan penemu yang juga merupakan orang-orang percaya. Dalam hal ini gereja juga memanfaatkan perkembangan IPTEK untuk menyebar-kan misi dan Kabar Baik. Kita dapat melihat dalam sejarah bahwa dalil-dalil teologi Martin Luther dapat tersebar hampir ke seluruh Eropa berkat penemuan mesin cetak oleh Johannes Guttenberg. Pada awal-awal tahun 1950-an, misi dan pekabaran Injil untuk menjangkau banyak orang disebarkan melalui teknologi radio hingga media cetak. Sekitar pertengahan tahun 1990-an sampai awal tahun 2000-an muncul televangelist atau para penginjil dan pendeta yang berkhotbah di TV. Benny Hinn, Morris Cerullo, Reinhard Bonke, Billy Graham, Joel Osteen, Oral Roberts, hingga Joyce Meyer dan masih banyak lagi adalah para pendeta atau penginjil yang khotbah-khotbah dan pengajaran mereka disiarkan melalui televisi.
Pada era Revolusi Industri 4.0 saat ini, pelayanan gereja sudah dapat
diakses oleh masyarakat luas, baik yang Kristen maupun yang beragama lain.
Banyak pendeta, penginjil, hingga jemaat awam yang menggunakan media sosial
untuk berkhotbah, membuat konten yang berkaitan dengan pengajaran Kristen,
hingga ibadah online yang disiarkan secara langsung di akun media sosial
masing-masing.
o Gereja tetap melakukan misi dan pelayanan dengan pemanfaatan IPTEK.
o Gereja tetap menyuarakan kebenaran kepada masyarakat luas agar dapat
meman-faatkan kemajuan IPTEK secara benar, bermanfaat, dan bertanggung
jawab.
o Setiap orang beriman dipanggil untuk menyadari bahwa setiap orang akan
diminta pertanggungjawaban di hadapan Tuhan atas segala perbuatan mereka
(Rm. 14:12)
o Orang beriman dipanggil untuk menjadi teladan bagi dunia untuk berkata-kata
yang baik dan mengunggah hal-hal baik di media sosial. Karena setiap
kata-kata yang tidak berguna harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah
(Mat. 12:36)
Sebagai orang Kristen, kita perlu menyadari bahwa memang segala sesuatu
diper-bolehkan. Akan tetapi, tidak semua berguna dan membangun (1Kor.
10:23). Oleh karena itu, saat hendak memanfaatkan teknologi, kita perlu
melihat apakah yang akan kita laku-kan dengan teknologi itu bersifat
membangun dan berguna untuk kebaikan banyak orang atau malah merusak dan
menjadi batu sandungan.
Memanfaatkan perkembangan dan kecanggihan teknologi secara positif
merupakan kewajiban setiap orang beriman. Berikut ini adalah beberapa contoh
pemanfaatan teknologi secara positif:
- Ø menggunakan media sosial untuk menyebarkan informasi yang penting dan berguna serta terverifikasi kebenarannya
- Ø menyebarkan pesan kebaikan melalui komentar, status, dan unggahan kita di media sosial
- Ø membantu UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) untuk memasarkan produk mereka kepada masyarakat luas
- Ø menggunakan kemajuan teknologi sebagai sarana untuk menolong orang lain
- Ø memanfaatkan kecanggihan IPTEK untuk membantu pengerjaan pekerjaan-peker-Jaan yang sulit
- Ø menggunakan kemajuan IPTEK untuk mencari informasi yang bersifat umum dan menambah referensi pengetahuan
Segala sesuatu datang dari Tuhan. Teknologi adalah karya Allah bagi manusia. Oleh karena itu, kita harus mengembalikannya bagi kemuliaan nama Tuhan (Rm. 11:36).
RANGKUMAN
Sebagai orang beriman, kita menyadari bahwa segala sesuatu datang dari Tuhan. Kemajuan IPTEK dalam peradaban manusia merupakan karya Allah. Tuhan yang memberi manusia pengertian dan hikmat sehingga manusia dapat membuat peralatan dan benda-benda yang mempermudah kehidupan.
Gereja tidak anti dengan kemajuan dan kecanggihan ilmu pengetahuan. Banyak penemu dan ilmuwan yang lahir dari "rahim" gereja. Gereja banyak berkontribusi bagi peradaban manusia, khususnya dalam hal perkembangan IPТЕК.
Teknologi berasal dari Allah. Maka, sebagai orang Kristen, kita dipanggil untuk menggunakan teknologi secara baik, bermanfaat, dan bertanggung jawab. Sebagai orang beriman, kita harus memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk hormat dan kemuliaan nama Tuhan saja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar