Kerendahan Hati Sebgai Wujud Iman Kepada Allah (Materi ajar PAK kelas 8 bab 6)
KERENDAHAN HATI SEBAGAI WUJUD IMAN KEPADA ALLAH
A. SIKAP RENDAH HATI DALAM IMAN KRISTEN
Kata"rendah hati" di Perjanjian Baru berasal dari kata tapeinos, yang berarti
rendah, tidak bermakna, lemah, miskin. Rendah hati menggambarkan situasi yang
sulit atau status yang rendah, yang bertentangan dengan rasa bangga,
keangkuhan atau kesombongan. Di dalam Alkitab, rendah hati pada awalnya
merupakan sebuah sikap yang berhubungan dengan Allah. Tuhan Yesus mengatakan
di Matius 11:29 bahwa la rendah hati. Maksud-Nya adalah bahwa la bersedia
memohon pertolongan dan rela taat kepada Allah.
Sikap rendah hati juga harus tercermin dalam relasi antarmanusia. Di dalam
suratnya kepada jemaat di Efesus, Rasul Paulus menasihati urmat agar hidup
sejalan dengan panggilan mereka sebagai umat Allah (Efesus 4:1). Hidup sejalan
dengan panggilan Allah itu mencakup mengembangkan sikap rendah hati (Efesus
4:2).
Ada dua makna sikap rendah hati. Pertama, menganggap orang lain lebih utama
daripada diri sendiri. Kedua, menyadari ketidaklayakan. nya setelah mengenali
dirinya sendiri secara mendalam.
Bersikap rendah hati tidak hanya mengakui bahwa kamu memiliki keterbatasan,
tetapi juga mengakui bahwa hidupmu bergantung pada Allah, termasuk mengakui
bahwa kekuatan sejati terletak pada sikap berserah pada kehendak Allah, Sikap
rendah hati bukanlah tanda kelemahan, melainkan pemahaman mendalam tentang
hidup dalam kehendak Allah.
Perhatikanlah kisah Abraham yang taat pada rencana Allah ketika ia diminta
pergi ke tanah yang Allah janjikan, kisah Musa yang bergantung pada petunjuk
Allah untuk membawa umat Israel keluar dari Mesir, dan kisah Maria yang
menerima kehendak Allah untuk men-jadi iba Yesus. Kisah-kisah ini
menggambarkan hubungan yang sangat erat antara sikap rendah hati dengan iman
kepada Allah. Dalam sikap rendah hati, mereka menggantungkan diri pada rencana
Allah. Sikap rendah hati menjadi jembatan penghubung antara orang percaya
dengan Allah serta memupuk kedekatan dan kepercayaan kepada Allah.
Sikap rendah hati dalam pemahaman Kristen bukanlah tentang merendahkan diri,
atau merasa tidak berharga, melainkan tentang melihat diri kita dengan benar,
mengakui kekuatan dan keterbatasan kita sambil menyadari ketergantungan kita
pada Allah. Meskipun kita diciptakan menurut gambar Allah, kita tetaplah
makhluk terbatas, mudah jatuh ke dalam dosa, dan membutuhkan kasih
karunia-Nya.
Sikap rendah hati harus tercermin dalam pikiran, perkataan, dan tindakan kita.
Salah satu wujud sikap rendah hati adalah mau melayani sesama. Kita tidak
mementingkan diri sendiri, tetapi mengutamakan kebutuhan orang lain.
Bel-ajarlah dari Tuhan Yesus yang mau membasuh kaki para murid-Nya (Yohanes
13:1-17). Tindakan Tuhan Yesus itu tidak berarti la lemah dan rendah diri,
tetapi memperlihatkan bahwa la aktif melayani dan mengutamakan kebutuhan orang
lain, dalam hal ini, para murid-Nya.
Jadi, seberapa pentingkah sikap rendah hati di dalam kehidupan orang Kristen?
Beberapa hal berikut ini menunjukkan betapa pentingnya sikap rendah hati di
dalam kehidupan umat Allah:
1. Membuka diri terhadap kasih karunia Allah
Kesombongan menghalangi kita memperoleh kasih karunia Allah. Ketika
merendahkan hati, kita mengakui dosa kita dan membuka diri untuk diubah
menjadi lebih baik oleh kasih Allah, seperti yang diingatkan oleh Yakobus 4:6,
"Namun, anugerah yang diberikan-Nya kepada kita, lebih besar daripada itu.
Karena itu, la katakan: 'Allah menentang orang yang congkak, tetapi memberi
anugerah kepada orang yang rendah hati."
2. Membangun hubungan yang tulus
Sikap rendah hati memungkinkan kita membangun hubungan yang tulus dengan orang
lain, misalnya mendengarkan teman dengan penuh perhatian, turut merasakan
sukacita atau pergumulan mereka, dan merayakan keberhasilan mereka tanpa iri
hati. Dengan demikian, suasana komunikasi terbuka dan sikap saling menghormati
akan terbangun. Hubungan yang sehat di dalam maupun di luar komunitas Kristen
pun tercipta.
3. Mencerminkan karakter Kristus
Tahan Yesus telah menunjukkan teladan dalam bersikap rendah hati selama la
berada di dunia. Mulai dari kelahiran-Nya yang sederhana hingga
pengorbanan-Nya di salib, la menunjukkan kekuatan kasih dan pelayanan.
Tuhan Yesus adalah Anak Allah. Meskipun demikian, la lahir bukan dalam
keme-gahan atau kemewahan, melainkan dalam kesederhanaan di sebuah kandang di
Betlehem. Ini menunjukkan kerendahan hati-Nya dalam menerima kedudukan-Nya di
dunia.
Selama berada di dunia Tuhan Yesus melayani orang lain dengan penuh kasih
tanpa mengharapkan pujian atau pengakuan. la mengajar, menyembuhkan, serta
melayani orang miskin dan orang sakit tanpa memandang status sosial mereka.
Sikap ini mencerminkan sikap rendah hati dan ketulusan hatinya dalam melayani
sesama.
Puncak dari sikap rendah hati dan ketaatan Tuhan Yesus pada kehendak Allah
Bapa adalah ketika la rela menderita dan mati di salib sebagai korban
pengampunan dosa manusia.
Tuhan Yesus memberikan teladan penting bagi umat manusia dalam hal kasih,
pe-layanan kepada Allah dan sesama, juga ketaatan kepada kehendak Allah.
Ketika kita bersikap rendah hati, kita dimampukan meneladani-Nya dan
mewujudkan ajaran-Nya di dalam kehidupanku.
B. TANTANGAN DALAM BERSIKAP RENDAH HATI
Mudahkah bersikap rendah hati? Ternyata tidak selalu mudah. Ada beberapa
tantangan yang sering kali menghambat kita bersikap rendah hati, antara
lain:
1. Ego dan kesombongan
Hambatan terbesar untuk bersikap rendah hati adalah memandang diri terlalu
tinggi. Pernahkah kamu merasa lebih baik daripada teman-temanmu atau merasa
bahwa kamu pantas mendapatkan lebih daripada yang sudah kamu miliki saat ini?
Perasaan-perasaan itu dapat memupuk keinginan untuk mementingkan diri sendiri,
dianggap hebat oleh orang lain, atau menimbulkan perasaan iri. Hal ini dapat
menyulitkanmu untuk benar-benar menjalin persahabatan dengan orang lain dan
mengakui ketergantunganmu pada Allah, seperti yang diingatkan di Amsal 16:18,
"Kecongkakan mendahului kehan-curan, dan tinggi hati mendahului
kejatuhan."
2. Takut terlihat lemah
Bersikap rendah hati sering kali membuat kamu terlihat seolah lemah dan rapuh,
misalnya saat kamu harus mengakui kesalahanmu atau saat meminta bantuan orang
lain. Ketakutan dianggap lemah atau tidak mampu dapat membuatmu terjebak dalam
kesombongan dan menghambat pertumbuhan diri dan hubungan kita dengan sesama.
Contoh: seorang siswa menyembunyikan kesulitannya memahami suatu mata
pelajaran. la tidak mau meminta bantuan dari teman yang lain untuk
mengajarinya karena takut terlihat lemah. Sikapnya itu dapat menghambat proses
pembelajaran dan menyebabkan ia tertinggal pelajaran.
3. Tantangan sosial dan budaya
Budaya saat ini sering kali mengagungkan pencapaian, kekayaan, dan popularitas
sehingga bersikap rendah hati seolah-olah tidak cocok dengan kehidupan masa
kini. Media sosial di-peruhi dengan konten yang sudah diedit agar terlihat
mengagumkan sehingga menimbulkan perilaku membandingkan diri dan perasaan iri.
Tekanan dalam pergaulan dengan teman sebaya juga dapat mendorong kita
memprioritaskan popularitas ketimbang nilai-nilai iman.
Kamu mungkin pernah mendengar istilah flexing, yaitu tindakan memamerkan diri
dalam hal harta benda, kesuksesan, dan lain-lain. Banyak orang senang
melakukan flexing, terutama di media sosial. Jika kamu tidak waspada, tren
flexing akan membawamu pada pemahaman bahwa pamer diri itu adalah hal yang
wajar, padahal itu merupakan salah satu bentuk kesombongan.
Aktivitas 3: Belajar dari Tokoh Inspiratif
Bacalah kisah hidup tokoh inspiratif berikut ini! Analisislah cara tokoh ini
menghadapi tantangan untuk bersikap rendah hati!
KISAH NELSON MANDELA DI PENJARA SELAMA 27 TAHUN
Nelson Mandela, mantan Presiden Afrika Selatan, adalah seorang pejuang anti
diskriminasi warna kulit. Nelson Mandela pernah dipenjara olch lawan
politiknya sendiri. Selama berada di penjara, ia sering mendapatkan perlakuan
kejam dari sipir penjara, la disiksa, bahkan digantung dengan posisi sungsang,
dan mengalami berbagai perlakuan tidak menyenangkan kaimunyu, Namun, Nebova
Mandela tidak melawan.
Setelah mendekam dalam kurungan jeruji selama 27 ta hun, Nelson Mandela
akhirnya bebas. Kemudian, pada tahun 1994, ia menang pertarungan politik dan
menjadi Presiden Afrika Selatan. la meminta pengawal pribadinya mencari sipir
itu.
Dengan penuh ketakutan si sipir menghadap Nelson Mandela, la mengira, Nebon
Mandela akan membalas semua perbuatan kejam yang la lakukan kepadanya di
penjara.
Di luar dugaan, Nelson Mandela malah merangkul si sipir yang pernah
menyiksanya dan berkata, "Hal pertama yang ingin saya lakukan ketika menjadi
presiden adalah memaatkanmu." Meski pernah mendapat perlakuan kasar dari lawan
politiknya, Nelson Mandela tidak dikuasai kebencian dan keinginan membalas
dendam ketika dirinya berkuasa. Berkat kebesaran hatinya, la mendapat
apresiasi tertinggi di dunia berupa anugerah Nobel Perdamaian.
Diskusikanlah pertanyaan-pertanyaan berikut ini!
1. Mengapa Nelson Mandela mau memaafkan sipir penjara yang telah
menganiayanya?
2. Apakah mengampuni sesama juga merupakan bentuk sikap rendah hati?
3. Menurutmu, tantangan apa yang Nelson Mandela hadapi saat ia menjadi
periguasa dalam bersikap rendah hati terhadap orang yang telah
menyiksanyat
4. Teladan apa yang dapat kamu ambil dari sikap Nelson Mandela?
Menghadapi tantangan untuk bersikap rendah hati sering kali tidak mudah. Jika
kamu berada di posisi Nelson Mandela, apakah kamu akan tetap rendah hati saat
menjadi penguasa?
Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat kamu lakukan untuk menghadapi
tantangan dalam bersikap rendah hati, yaitu:
1. Berlatih membangun karakter rendah hati
Sikap rendah hati tidak muncul begitu saja. Kamu perlu berlatih terus-menerus
di dalam kehidupanmu sehari-hari. Hal-hal kecil dan sederhana dapat menjadi
saranamu berlatih, misalnya lebih aktif mendengar daripada menyela, meminta
maaf dengan tulus saat me lakukan kesalahan, mau meminta bantuan saat
menghadapi kesulitan, atau belajar dari tokoh-tokoh inspiratif yang rendah
hati.
2. Mengingat nilai diri yang sesungguhnya
Kita bernilai bukan karena pencapaian atau kehebatan kita, melainkan karena
identitas kita sebagai anak-anak Allah. Renungkanlah kasih dan anugerah Allah
yang diberikan kepada kita tanpa syarat. Berdoa dan merenungkan firman Allah
akan mengingatkanmu betapa berharganya dirimu di hadapan Allah, apa pun
kekurangan yang kamu miliki.
3. Mengakui kelemahan dan keterbatasan
Keluar dari zona nyaman dan mengakui keterbatasan kita merupakan langkah
penting menuju sikap rendah hati. Sadarilah bahwa sehebat apa pun seseorang,
ia pasti memiliki keterbatasan. Justru dengan mengakui kelemahan dan
keterbatasan, kita dapat membuka ruang untuk belajar lebih banyak lagi. Orang
yang sudah merasa hebat biasanya sulit untuk belajar karena tidak cukup rendah
hati untuk mengakui kelemahan dan keterbatasannya
C. MENERAPKAN SIKAP RENDAH HATI DI DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI
Menerapkan sikap rendah hati merupakan sebuah perjalanan seumur hidup. Menjadi
pribadi yang rendah hati bukanlah tujuan akhir, melainkan proses bertumbuh
menjadi makin dekat dan makin serupa dengan Allah. Bersikap rendah hati
terhadap orang lain di sekitarmu juga mencerminkan sikap rendah hati di
hadapan Allah. Pakailah setiap kesempatan di dalam hidupmu untuk bersikap
rendah hati di mana pun kamu berada: di rumah, sekolah, gereja, dan
masyarakat.
Bersikap rendah hati di rumah, sekolah, gereja, dan masyarakat akan membawa
dampak positif pada kehidupanmu. Cobalah terapkan. Relasi antaranggota
keluarga akan makin harmonis karena semua mau saling mendengarkan dan memahami
kelebihan serta kekurangan masing-masing. Sikap rendah hati di sekolah akan
menciptakan suasana yang nyaman antarwarga sekolah. Sikap rendah hati di
gereja akan menciptakan damai sejahtera karena setiap orang saling melayani
dengan tanggung jawab dan saling menghar gai. Demikian pula di masyarakat yang
memupuk sikap rendah hati. Konflik dan pertikaian akan berkurang karena tidak
ada yang saling menyalahkan. Alangkah indahnya jika setiap orang yang berbuat
salah mau mengakui kesalahannya dan meminta maaf. Jika semua anggota
masyarakat, termasuk para pemimpin, memiliki sikap rendah hati, berbagai
krisis dan masalah di negeri ini akan lebih mudah diselesaikan. Setiap
pemimpin akan bekerja dengan penuh tanggung jawab. Orang-orang di luar
pemerintahan juga akan memberi kritik yang membangun sekaligus memuji para
pemimpin yang telah bekerja dengan baik.
Nah, mulailah bersikap rendah hati agar kamu dapat berpartisipasi menciptakan
sua-sana damai sejahtera dan harmonis di lingkungan sekitarmu. Bagaimana kamu
dapat mengupayakan sikap rendah hati? Mulailah dengan mengenali diri sendiri,
menerima keberadaan dirimu apa adanya, dan bersedia mengembangkan potensi
diri. Perhatikan pembahasan tentang ketiga hal tersebut di bawah ini:
1. Mengenali diri
Kerendahan hati dimulai dengan pemahaman yang jelas tentang diri sendiri.
Tanyakan kepada dirimu: apa kelebihan dan bakat saya? Bagaimana saya dapat
menggunakannya untuk melayani Allah dan sesama? Apa kelemahan saya? Bidang
mana yang perlu pertum-buhan atau perbaikan? Bagaimana tindakan dan perkataan
saya memengaruhi orang di sekitar saya? Apakah tindakan saya mencerminkan
sikap rendah hati dan rasa hormat?
2. Menerima keberadaan diri
Setelah mengenali diri, syukurilah semua yang kamu miliki. Sadarilah bahwa
semua ma-nusia pasti memiliki kelemahan sehingga kamu mampu menghindari sikap
angkuh dan berbangga diri secara berlebihan. Berhentilah membandingkan dirimu
dengan orang lain sehingga kamu mampu melihat kebaikan dirimu dan kebaikan
sesamamu.
3. Mau mengembangkan potensi
Ingatlah bahwa yang paling terutama adalah kesediaan untuk mengembangkan
potensi diri, bukan banyaknya atau sedikitnya kemampuan yang kamu miliki. Di
Matius 25:21 dan 23, sang tuan memberi penghargaan yang sama kepada hamba yang
memiliki dua dan lima
talenta karena mereka telah mengembangkannya dengan baik. Orang yang rendah
hati tidak ragu untuk terus belajar dan mengembangkan potensi diri.
Sebaliknya, orang yang merasa hebat akan menutup diri dan tidak mau
belajar,
Saat berupaya untuk bersikap rendah hati, ujilah dirimu dengan
pertanyaan-pertanyaan.
nyaan seperti: bagaimana saya dapat menahan diri untuk tidak membandingkan
diri dengan orang lain? Bagaimana cara merayakan keberhasilan orang lain tanpa
merasa iri? Bagaimana menghadapi kritik dengan rendah hati? Bagaimana saya
dapat menawarkan bantuan dan dukungan kepada orang lain tanpa mengharapkan
balasan?
Di dalam kehidupan di sekolah, tanyalah dirimu sendiri: bagaimana saya dapat
ber-sikap rendah hati saat berinteraksi dengan teman dan guru? Bisakah saya
mengakui keter-batasan saya dalam belajar? Bagaimana saya menjalin
persahabatan dengan sikap rendah hatil Bisakah saya mendengarkan dengan aktif
dan menghargai pendapat orang lain? Refleksikan pertanyaan-pertanyaan ini
untuk menolongmu bersikap rendah hati seturut teladan Tuhan Yesus.
RANGKUMAN
Bersikap rendah hati itu berarti bersedia meminta pertolongan dan rela taat
kepada Allah. Sikap rendah hati harus tercermin dalam relasi antarmanusia.
Bersikap rendah hati bukan sekadar mengakui keterbatasan diri, tetapi juga
mengakui ketergantungan pada kuasa Allah, termasuk mengakui bahwa kekuatan
sejati terletak pada kepasrahan kepada kehendak Allah. Sikap rendah hati
sangat penting karena membuka diri terhadap kasih karunia Allah, membangun
hubungan yang tulus, dan mencerminkan karakter Kristus.
Tantangan yang sering muncul dalam bersikap rendah hati adalah ego dan
kesom-bongan, takut terlihat lemah, serta tantangan sosial dan budaya. Untuk
menghadapi tan-tangan tersebut, kenali diri dan ingatlah nilai diri yang
sesungguhnya, terima keberadaan diri, termasuk kekuatan dan kelemahan diri,
dan teruslah miliki kemauan untuk mengem-bangkan potensi diri.
Menerapkan sikap rendah hati di keluarga, sekolah, gereja, dan masyarakat akan
membawa banyak dampak positif. Relasi antaranggota keluarga akan semakin
harmonis, sekolah akan menjadi tempat yang nyaman bagi seluruh warga sekolah,
gereja akan damai sejahtera, dan konflik di dalam masyarakat akan berkurang.
Jika semua anggota masyarakat, termasuk para pemimpinnya, memiliki sikap
rendah hati, berbagai krisis dan masalah di negeri ini akan terselesaikan
dengan lebih baik.
Sumber: buku paket PAK kelas 8, penerbit BPK
Tidak ada komentar:
Posting Komentar