Tampilkan postingan dengan label Materi Ajar Kelas 8. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Materi Ajar Kelas 8. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 Februari 2026

Bab 12 Gaya Hidup Berkelanjutan Sebagai Bentuk Tanggung Jawab Terhadap Alam (Materi ajar PAK Kelas 8)

Bab 12  Gaya Hidup Berkelanjutan Sebagai Bentuk Tanggung Jawab Terhadap Alam

GAYA HIDUP BERKELANJUTAN SEBAGAI BENTUK TANGGUNG JAWAB TERHADAP ALAM 

Bahan Alkitab: Kejadian 1:28; Kejadian 2:15; Amsal 12:10 

Capaian Pembelajaran 
Memahami bahwa manusia diberi Allah tugas mengolah serta memelihara alam dan lingkungan hidup 

 
Tujuan Pembelajaran 
Memahami tugas mengolah dan memelihara alam melalui penerapan gaya hidup berkelanjutan. 

 

A. MENGOLAH DAN MEMELIHARA ALAM SEBAGAI TUGAS DARI ALLAH 

 Kerusakan-kerusakan alam yang terjadi makin sering saat ini diakibatkan ulah manusia. Mengapa manusia dapat menjadi penyebab kerusakan alam, padahal manusia adalah bagian dari alam dan hidup manusia juga bergantung pada alam? 

 Kerusakan alam dapat merusak ke-hidupan manusia. Namun, mengapa ke-sadaran manusia untuk menjaga alam dan lingkungan hidup rendah atau bah kan nihil? 

 Bagaimana seorang Kristen meng hayati perannya dalam mengatasi masa-lah-masalah lingkungan hidup sebagai bentuk tanggung jawab menjaga alam? Mari mempelajari pemahaman Alkitab tentang peran manusia menjaga alam dan lingkungan hidup. 

 

Aktivitas 2: Eksplorasi Alkitab 

 Bacalah Kejadian 1:28! Diskusikanlah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini bersama kelompokmu! 

 1. Apa makna kata "taklukkanlah" pada kalimat "penuhilah dan taklukkanlah bumi?? 

2. Apa makna kata "berkuasalah" pada kalimat "Berkuasalah atas ikan-ikan di laut, burung-burung di udara dan atas segala binatang melata di bumi"? 

3. Bolehkah ayat tersebut dipahami sebagai kesempatan untuk menggunakan sumber daya alam sesuka hati kita? Jelaskan! 

4. Berikan dua contoh nyata upaya menunaikan tugas dari Allah pada ayat ini! 

5. Apa yang dapat kamu simpulkan sebagai pesan ayat ini kepada umat Kristen perihal berinteraksi dengan alam? 

 

Sebagai remaja Kristen, kamu pun terpanggil untuk merawat alam di sekitarmu. Tanggung jawab ini berasal dari perintah Allah kepada manusia di Kejadian 1:28 yang telah kita bahas di atas. Ayat tersebut bukanlah izin untuk mengeksploitasi alam, bukan juga tentang kepemilikan, melainkan tugas untuk mengelola dan merawat ciptaan Allah dengan rasa hormat dan tanggung jawab. Teolog asal Amerika bernama Sallie McFague mengingatkan bahwa tugas manusia bukan menguasai, melainkan menjadi rekan sekerja Allah dalam memelihara alam ciptaan-Nya. Kemitraan ini juga tergambar dalam kisah Adam dan Hawa di taman Eden di Kejadian 2:15. Mereka tidak bersikap pasif, tetapi aktif mengusahakan dan merawat semua ciptaan Allah. 

 Tugas yang terus digaungkan di dalam Alkitab tersebut memanggil kita juga saat ini untuk menjadi rekan sekerja Allah dalam mengelola dan memelihara alam. Bumi beserta beragam bentuk kehidupan di dalamnya merupakan karunia Allah yang diperca-yakan kepada kita untuk dikelola, dirawat, dan dilindungi. 

 Jürgen Moltmann, seorang teolog Kristen Protestan asal Jerman, juga menekankan konsep peduli terhadap ciptaan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari iman Kristen. Menurutnya, merawat ciptaan bukanlah pilihan, melainkan merupakan bentuk kasih kita kepada Allah, sesama, dan seluruh ciptaan. Oleh karena itu, tugas kita tidak boleh berhenti pada pemahaman saja. Memahami tugas yang Allah berikan kepada kita sangat penting, tetapi itu hanyalah langkah pertama. Tantangan selanjutnya adalah bagaimana mewujudnyatakan pemahaman ini ke dalam tindakan yang berarti. 

 Berikut ini adalah beberapa cara praktis untuk mewujudkan panggilan tersebut di dalam kehidupan sehari-harimu: 

 . Bersyukur 

Bersyukurlah setiap hari atas makanan yang kamu makan, udara yang kamu hirup, dan ke indahan alam di sekitarmu. Rasa syukur akan membuatmu meng hargai alam dan memeliharanya dengan tanggung jawab 

 2. Hidup sederhana 

Lawanlah keinginan untuk memiliki barang berlebihan. Saat berbelanja, selalu prioritaskan apa yang menjadi kebutuhanmu, bukan yang menjadi keinginanmu. Pilih produk yang dapat digunakan berulang kali dalam waktu jangka panjang daripada produk sekali pakai. Ingatlah, kebahagiaan sejati tidak bersumber dari banyaknya materi yang kita miliki. 

 3. Menerapkan 3R 

Terapkan 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Kurangi sampah dengan cara mengurangi belanja online yang memerlukan banyak pem-bungkus plastik. Sumbangkan barang-barang yang tidak kamu pakai lagi, seperti sepatu atau baju yang masih bagus kondisinya. tetapi sudah kekecilan. Pilah sampah yang masih bisa didaur ulang seperti kemasan sabun menjadi tas belanja, kotak sepatu menjadi kotak alat tulis. 

 

B. MENGOLAH DAN MEMELIHARA ALAM DALAM PRAKTIK HIDUP SEHARI-HARI 

 Kita dipanggil untuk melaksanakan tanggung jawab merawat ciptaan Allah dalam aksi nyata hidup sehari-hari. Perhatikan sekelilingmu. Masalah-masalah lingkungan apa yang kamu temukan? Pelajari lalu berupayalah mencari solusinya. 

 Dibutuhkan aksi nyata sehari-hari untuk mengurangi dampak buruk kerusakan lingkungan. Richard Bauckham, cendekiawan asal Inggris, mengingatkan pentingnya sikap rendah hati dan penguasaan diri saat menggunakan sumber daya alam. la menekan-kan bahwa dalam relasi dengan alam dan lingkungan hidup, manusia harus beralih dari pola pikir mengeksploitasi alam ke sikap bertanggung jawab sebagai wakil Allah. Orang Kristen dipanggil untuk menggunakan sumber daya alam dengan bijaksana dan menghargai keberadaan semua ciptaan Allah lainnya. 

 Prinsip tersebut diteladankan di dalam Alkitab, yaitu di Imamat 25:1-7. Allah meme-rintahkan orang Israel agar melakukan Sabat bagi tanah. Mereka boleh menanam selama enam tahun. Namun, pada tahun yang ketujuh, tanah tidak boleh ditanami agar tanah dapat beristirahat. Prinsip ini menekankan pentingnya praktik pertanian berkelanjutan, mengajari kita agar menghormati ritme alam dan menghindari eksploitasi. Sabat bagi tanah berfungsi sebagai pengingat harmoni antara aktivitas manusia dengan ritme alam ciptaan. 

 Bagaimana dengan kamu? Sebagai remaja Kristen, bagaimana caramu mengolah dan memelihara alam? 

 

C. MENERAPKAN GAYA HIDUP BERKELANJUTAN 

 Amsal 12:10 menyatakan: "Orang benar memperhatikan hidup hewannya..." Prinsip ini meluas dari hewan ke seluruh ekosistem. Gaya hidup berkelanjutan mencakup tindakan yang mencerminkan sikap penuh kasih dan bertanggung jawab terhadap semua ciptaan Allah. Kita perlu mengakui bahwa kita bergantung pada alam. Kita patut menjaga keseimbangan alam, menyayangi sesama ciptaan Allah, dan merawat ciptaan yang sedang rusak. 

 Sebagai remaja Kristen, bagaimana kamu dapat menerapkan gaya hidup berkelan-jutan? Beberapa hal sederhana yang dapat kamu lakukan sehari-hari.: 

 1. Kurangi sampah: menghindari membeli atau memakai barang sekali pakai agar jumlah sampah tidak bertambah. 

 2. Gunakan kembali menukar atau menyumbang barang-barang lama yang sudah tidak dapat digunakan, membeli barang bekas. 

 3. Daur ulang: memilah sampah yang dapat didaur ulang dan menyerahkannya di tempat-tempat pengelolaan limbah. 

 4. Hemat energi: menghemat listrik dan air. Mematikan lampu saat hari masih terang, menutup keran begitu bak penampungan air penuh, naik kendaraan umum atau naik kendaraan pribadi bersama-sama. Jika tempat yang dituju dekat, berjalan kaki atau naik sepeda daripada naik mobil. Terapkan praktik hemat energi di rumah, sekolah, dan di mana saja. 

 5. Makan secukupnya: mengambil makanan secukupnya, menghabiskan makanan yang telah dituang ke piring. 

 6. Belanja sesuai kebutuhan: tidak membeli barang hanya karena keinginan semata atau mengikuti tren, seperti gonta-ganti ponsel atau membeli baju sesuai tren mode. 

7. Bergabung dengan komunitas peduli alam: menjadi anggota organisasi peduli alam dan terlibat dalam proyek-proyek yang diadakan. 7. 

 8. Kampanye untuk perubahan: turut menyebarkan pesan menjaga alam secara kreatif di media sosial. 

 

Aktivitas 4: Kampanye Gaya Hidup Berkelanjutan 

 Menerapkan gaya hidup berkelanjutan merupakan aksi nyata kita memelihara ciptaan Allah. Kampanyekanlah gaya hidup berkelanjutan kepada orang-orang di lingkungan sekitarmu! Kamu dapat memilih salah satu dari delapan contoh di atas atau idemu sendiri. Ekspresikan kampanyemu secara kreatif dengan menggunakan media sosialmu atau cara-cara lain sesuai dengan minat dan talentamu! Presentasikan hasil kampanyemu di kelas! 

 

RANGKUMAN 

Kerusakan alam dan lingkungan hidup makin marak kita saksikan akhir-akhir ini. Sebagian besar karena manusia lalai merawat dan memelihara alam. Padahal, Allah telah memberi manusia tanggung jawab memelihara alam, bukan menguasai (lihat Kejadian 1:28). Kita, remaja Kristen, juga terpanggil untuk menjadi rekan sekerja Allah dalam mengelola dan memelihara alam. 

Bercermin dari masalah-masalah kerusakan alam dan lingkungan hidup yang terjadi, kita perlu menerapkan gaya hidup berkelanjutan. Tanggung jawab merawat ciptaan Allah harus nampak dalam aksi nyata hidup sehari-hari. Beberapa cara praktis untuk melak. sanakan panggilan tersebut, antara lain bersyukur, hidup sederhana, menghindari hidup konsumtif, dan menyuarakan kesadaran peduli lingkungan. Dengan memenuhi panggilan tersebut kita menunjukkan kasih kita kepada Allah dan sesama ciptaan. 

 

REFLEKSI 

JURNAL MEMELIHARA ALAM 

 Pikirkan sebuah cara yang dapat kamu lakukan untuk turut memelihara alam. Berkomit-menlah untuk melakukannya. Tuliskan perjalananmu menerapkan cara itu pada jurnal di bawah ini: bagaimana perasaanmu saat melakukannya, tantangan atau kesulitan apa yang kamu hadapi, dan apa manfaatnya bagi lingkungan dan bagi dirimu sendiri. Jika ada, sertakan foto-foto kegiatanmu, tempel pada jurnal!

 

 

Sumber: buku paket PAK kelas 8, penerbit BPK

 

Bab 11 Pemeliharaan Allah Terhadap Alam (Materi ajar PAK kelas 8)

Bab 11 Pemeliharaan Allah Terhadap Alam

PEMELIHARAAN ALLAH TERHADAP ALAM 

Bahan Alkitab: Keluaran 16:14-16; Ulangan 11:13-15; Mazmur 104; Matius 6:26 

 

Capaian Pembelajaran 
Memahami bahwa pemeliharaan Allah terhadap alam dan manusia berlangsung terus dalam segala situasi. 
 
Tujuan Pembelajaran 
Memahami pemeliharaan Allah terhadap alam yang berdampak pada kehidupan manusia. 

 

A. MAKNA PEMELIHARAAN ALLAH TERHADAP ALAM BAGI MANUSIA 

 Pemeliharaan Allah tidak hanya berlaku pada manusia. Allah juga memelihara alam. Simak perkataan Tuhan Yesus di Matius 6:26: "Pandanglah burung-burung di udara, yang tidak menabur, tidak me maai, dan tidak mengumpulkan dalam lumbung, namun Bapamu yang di surga memberi mereka makan. Bukankah kamu jauh lebih berharga daripada burung-burung itu?" Tuhan Yesus berpesan agar pengikut-Nya tidak mengkhawatirkan kebutuhan dasar. la meyakinkan mereka akan pemeliharaan Allah. 

 Ayat ini juga menunjukkan pemeliharaan Allah terhadap ciptaan-Nya yang lain. Pemeliharaan Allah membuat alam menjadi harmonis. Situasi ini tentu berdampak baik pada kehidupan manusia. Ketika mengerjakan aktivitas menceritakan keindahan alam di Indonesia tadi, kamu merasa senang, darnai, atau tersentuh melihat indahnya alam ciptaan Allah itu, bukan? Keindahan itu ada berkat campur tangan Allah dalam memelihara alam. 

 

Aktivitas 2: Eksplorasi Alkitab 

 Bacalah Mazmur 104. Diskusikanlah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini bersama teman secara berkelompok! 

 1. Apakah Mazmur 104 menggambarkan kebesaran Allah dalam penciptaan alam? Jelaskan! 

2. Apakah penggambaran angin dan api di Mazmur 104 mencerminkan kehadiran dan kekuasaan Allah dalam alam semesta? Jelaskan! 

3. Pesan apa yang dapat diambil dari ayat 14, "Engkau menumbuhkan rumput bagi hewan dan tumbuh-tumbuhan untuk diusahakan manusia, untuk menghasilkan makanan dari dalam tanah"? 

4. Bagaimana Mazmur 104 menggambarkan Allah sebagai sumber kehidupan bagi semua makhluk? 

5. Apa yang dapat kamu teladani dari sikap pemazmur yang mengagumi karya pen-ciptaan dan pemeliharaan Allah? 

 

Mazmur 104 memuat nyanyian tentang kemahakuasaan Allah yang menciptakan segala sesuatu dan selanjutnya memelihara semua hasil pekerjaan-Nya itu. Pemazmur menggambarkan keindahan ciptaan dan mengakui bahwa Allah memberi makan setiap makhluk hidup. Mazmur ini menekankan keterlibatan Allah dengan segala hal yang telah diciptakan-Nya karena la tinggal di dunia serta menopangnya. Allah tidak menjadi pengamat yang jauh dan terpisah dari dunia ciptaan-Nya. Sebaliknya, pemeliharaan Allah terhadap alam adalah bukti keterlibatan aktif-Nya yang sarat kasih di setiap aspek keberadaan cipta-an-Nya. 

 Untuk memudahkanmu memahami pemeliharaan Allah terhadap alam, cobalah tanam sebuah benih tumbuhan. Luangkan waktu untuk merawat benih tersebut dan mengamati pertumbuhannya. 

 Kamu memang yang bertanggung jawab merawat benih itu. Namun, pernah kah kamu berpikir bagaimana benih itu dapat bertumbuh? Siapa yang memberi pertumbuhan? Allah Sang Pemelihara. 

 Semua, termasuk tumbuhan liar dan hewan liar yang tidak dipelihara oleh manusia, hidup dalam pemeliharaan Allah. Pergantian hari dan malam, turunnya hujan, teriknya matahari terjadi dalam pengaturan dan pemeliharaan Allah yang berkelanjutan. 

 Matahari yang terbit setiap pagi, melukis langit dengan warna oranye keemasan, tidak terjadi secara kebetulan. Itu adalah bukti perhatian Allah yang tetap. Pernahkah kamu membayangkan sinar mentari pagi itu sebagai ucapan selamat pagi dari Allah kepadamu? Pernahkah kamu mensyukuri hal itu? 

 Bagaimana dengan bencana alam, seperti hujan deras yang menyebabkan banjir, erupsi gunung berapi yang menimbulkan semburan abu vulkanik yang menganggu pernapasan dan aliran lahar yang memusnahkan semua yang dilewati? Apakah semua situasi tidak menyenangkan itu juga bukti pemeliharaan Allah? 

 Allah adalah Allah yang penuh kasih, la tidak meninggalkan umat-Nya dalam kesu litan. Di Mazmur 34:19 dinyatakan bahwa "TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang remuk hati, dan la menyelamatkan orang-orang yang patah semangat." Dalam peristiwa-peristiwa tidak menyenangkan itu pemeliharaan Allah tetap terjadi. Lihat bagaimana suburnya tanah hasil erupsi. Bukankah itu cara Allah memelihara tanah? Lihatlah bagai-mana manusia saling membantu. Para korban bencana menerima pertolongan dari sesama yang tidak terdampak. Bukankah itu juga menandakan cara Allah memelihara hidup manusia? Alkitab menyatakan bahwa kehadiran Allah selalu tampak di dalam kehidupan manusia. Mulai dari hujan lembut yang menyuburkan tanaman yang kekeringan (Ulangan 11:13-15) hingga penyediaan manna di padang gurun (Keluaran 16:14-16). 

 Memahami rencana Allah saat mengalami bencana, memang sulit dilakukan. Namun, keyakinan bahwa Allah punya rencana yang lebih besar dan lebih baik dapat memberikan kekuatan dan penghiburan, seperti yang Rasul Paulus sampaikan di Roma 8:28: "Kita tahu bahwa Dia turut bekerja dalam segala sesuatu demi kebaikan orang-orang yang mengasihi Allah, yaitu mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana-Nya." 

 Yohanes Calvin, seorang teolog dan tokoh reformasi gereja, mengingatkan kita bahwa pemeliharaan Allah bukan sebatas tentang mengendalikan setiap peristiwa, tetapi juga tentang kehadiran kasih Allah yang membimbing kita menjalani hidup. Sama seperti seorang tukang kebun yang merawat benih tumbuhan, Allah memberi nutrisi pada kehidupan kita melalui pengalaman, hubungan dengan sesama, dan bahkan tantangan kehidupan. 

 

B. BENTUK-BENTUK PEMELIHARAAN ALLAH TERHADAP ALAM 

 Pergantian musim, pertumbuhan tanaman, dan keindahan matahari terbenam adalah pengingat nyata akan pemeliharaan Allah. Bagaimana pemeliharaan Allah terhadap alam berdampak padamu? Pemahaman tentang pemeliharaan Allah dalam alam dan manusia sangat penting untuk pertumbuhan iman. Pernahkah kamu merenungkan karya pemeli. haraan Allah terhadap alam di sekitarmu sehingga kamu makin menghayati imanmu kepada Allah? 

 Ibrani 1:3 menyebutkan bahwa Allah "menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan." Allah menopang kehidupan seisi bumi melalui energi sinar matahari, siklus musim yang tepat, dan keseimbangan ekosistem. Pernahkah kamu membayangkan perjalanan sebuah tetes hujan kecil, yang dirawat oleh matahari, bepergian melalui awan, lalu jatuh ke tanah yang kering untuk menumbuhkan kehidupan? Ini adalah bukti pemeli haraan Allah yang tak terlihat, tetapi nyata dan tetap. 

 Desain alam semesta yang rumit, yang sering kali belum mampu dipahami oleh manu sia adalah bukti kemahakuasaan Allah. Pernahkah kamu membayangkan betapa rumit dan ajaibnya tubuhmu, betapa rumitnya proses mekarnya bunga, atau betapa besar dan luar bia-sanya alam semesta ini? Semua itu menunjukkan kuasa, kreativitas, dan pemeliharaan Allah. 

 Di tengah bencana alam dan tantangan kehidupan di dunia sekalipun umat Allah dapat menemukan pemeliharaan Allah. Ketahanan alam, kepedulian manusia dalam meng-hadapi krisis, dan harapan adanya pemulihan menunjukkan bahwa Allah terus bekerja membawa kebaikan bagi seluruh semesta. 

 

C. MENSYUKURI PEMELIHARAAN ALLAH TERHADAP ALAM 

 Bagaimana kamu merespons pemeliharaan Allah terhadap alam yang berdampak padaa hidupmu? Apa yang dapat kamu lakukan sebagai remaja Kristen untuk merespons peme-liharaan Allah itu? 

 

Aktivitas 4: Berbagi Ide Mensyukuri Pemeliharaan Allah terhadap Alam 

 Diskusikanlah di dalam kelompok, hal-hal apa saja yang dapat kamu lakukan untuk men-syukuri pemeliharaan Allah terhadap alam. Pindai kode unik atau pranala untuk mengamati video, kemudian tuliskan cara mensyukurinyal Jika kamu kesulitan memindai kode karena masalah jaringan internet, berpatokanlah pada nama-nama peristiwa yang tertera di kolom pertama tabel di bawah ini! 

 Apakah kamu memaknai setiap peristiwa pemeliharaan Allah terhadap alam sebagai berkat Allah di dalam hidupmu? Apakah kamu melihat semua berkat itu sebagai bukti kasih dan perhatian Allah kepada semua ciptaan-Nya? Amsal 16:9 menekankan kasih dan kemahakuasaan Allah, bahwa tidak ada yang terjadi tanpa pengetahuan dan izin-Nya. Sebagai umat Allah, kita mengakui bahwa berkat Allah tidak terbatas pada peristiwa luar biasa, tetapi juga mencakup setiap hal kecil dalam hidup kita. 

 

Mengungkapkan rasa syukur adalah cara yang tepat dalam menanggapi berkat Allah. 

 

Ingatlah juga bahwa firman Allah mendorong kita agar bersyukur dalam segala keadaan, baik susah maupun senang. Tahukah kamu bahwa hati yang bersyukur, termasuk mensyukuri pe meliharaan Allah terhadap alam, akan membangun hubungan yang lebih dekat dengan Allah? 

 Berikut ini adalah beberapa cara yang dapat kamu lakukan untuk membangun rasa syukur: 

 1. Doa dan refleksi: kamu dapat membiasakan diri melakukan doa dan renungan harian. Pakailah kesempatan itu untuk menyatakan syukur atas berkat maupun tantangan kehidupan. 

 2. Mencatat dalam jurnal: cobalah mulai menulis jurnal syukur. Kamu dapat mencatat momen-momen yang patut kamu syukuri dan renungkan, momen-momen yang memperlihatkan berkat Allah dalam hidupmu. 

 3. Pelayanan masyarakat: kamu dapat ikut terlibat dalam proyek pelayanan masyarakat atau proyek memelihara alam. Melaluinya, kamu berkesempatan untuk menyatakan syukur melalui pemberian bantuan kepada orang yang membutuhkan dan ikut me-melihara alam. 

 

RANGKUMAN 

 Setelah menciptakan bumi dan seisinya, Allah memelihara semua hasil pekerjaan-Nya itu. Allah terlibat dalam segala hal yang telah diciptakan-Nya karena la tinggal di dunia dan menopangnya. Allah memberi makan setiap makhluk hidup. la tidak menjadi pengamat yang jauh dan terpisah dari dunia ciptaan-Nya. Pemeliharaan Allah terhadap alam merupa-kan bukti keterlibatan aktif-Nya dan kasih-Nya di setiap aspek keberadaan ciptaan-Nya. 

 Pemeliharaan Allah terhadap alam berdampak pada kehidupan manusia. Oleh sebab itu, umat Allah terpanggil untuk mengungkapkan rasa syukur dalam segala keadaan, baik susah maupun senang, antara lain dengan membiasakan diri berdoa dan berefleksi setiap hari, menulis jurnal syukur, dan melakukan pelayanan masyarakat, seperti memberi ban-tuan kepada orang yang membutuhkan atau melakukan proyek memelihara alam. 

 

REFLEKSI 

 Buatlah sebuah karya seni yang menggambarkan ucapan syukurmu atas pemeliharaan Allah terhadap alam. Kamu bebas memilih bentuk karya seni yang ingin kamu buat sesuai dengan bakat dan minatmu, misalnya puisi, gambar, pantun, lagu, poster, dll.

 

 

Sumber: buku paket PAK kelas 8, penerbit BPK

 

Bab 10 Dialog dan kerja sama antaragama (Materi ajar PAK kelas 8)

Bab 10 Dialog dan Kerja sama Antaragama

Dialog dan kerja sama antaragama  

Bahan Alkitab: Matius 28:19-20; Lukas 10:25-37; Galatia 3:28; Kejadian 18:1-8 

 

Capaian Pembelajaran 
Memahami model dialog dan kerja sama antarumat beragama dalam rangka penguatan moderasi beragama 
 
Tujuan Pembelajaran 
Memahami dialog dan kerja sama antarumat beragama sebagai kehendak Allah. 

 

A. DIALOG & KERJA SAMA ANTARUMAT BERAGAMA DALAM PEMAHAMAN ALKITAB 

Perhatikan lingkungan di sekitarmul Kamu hidup di tengah keragaman agama. Di Indonesia ada enam agama yang berbeda dalam banyak hal, ditambah dengan berbagai aliran kepercayaan yang juga mulai diakui keberadaannya oleh negara. Bagaimana orang Kristen dapat menghidupi imannya di tengah keragaman agama? Mari mulai dengan mengingat perintah Tuhan Yesus untuk mengasihi sesama seperti diri sendiri (Matius 22:39). Perintah ini mendorong para pengikut Kristus untuk menyebarkan kasih ke luar komunitas sendin. termasuk kepada orang-orang berlatar belakang agama berbeda. Konsep "sesama" yang dimaksud oleh Tuhan Yesus melebihi kedekatan keluarga, suku, dan agama. 

Coba ingat kembali konsep sesama yang Tuhan Yesus sampaikan melalui cerita "Orang Samaria yang Murah Hati" di Lukas 10:25-37. Dalam perumpamaan ini, seorang Samaria, yang dianggap sebagai orang luar oleh orang Yahudi, menunjukkan. kebaikan dan belas kasihan kepada se-orang laki-laki Yahudi yang terluka. Orang Samaria itu menolong tanpa memandang agama dan budaya orang yang ia tolong walaupun norma dan nilai masyarakat pada saat itu melarang orang Yahudi ber-interaksi dengan orang Samaria. Perum-pamaan ini menjadi contoh nyata tentang kasih yang meruntuhkan batas-batas pemisah, seperti perbedaan suku, ras, atau agama. Melalui kisah ini. Tuhan Yesus membangun pemahaman dan persatuan di antara orang-orang yang berlatar belakang berbeda 

 

Aktivitas 2: Eksplorasi Alkitab 

Bacalah Matius 28:19-20, kemudian diskusikan dengan kelompokmu sesuai pertanyaan pertanyaan di bawah ini! 

1. Kepada siapakah perintah Tuhan Yesus di Matius 28:19-20 ini ditujukan? Apakah umat Allah saat ini juga harus melakukan perintah ini? Jelaskan!

2. Sikap apa yang dapat diambil dari perkataan "jadikanlah semua bangsa murid-Ku dalam upaya membangun dialog dengan orang yang berbeda?

3. Bagaimana kita dapat menerapkan pesan keterbukaan di Matius 28:19-20 dalam menghormati keyakinan agama yang beragam?

4. Menurutmu, mungkinkah membangun dialog dan kerja sama antarumat beragama? 

 

Amanat Agung Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya menekankan pesan keterbu kaan. Umat Kristen dipanggil untuk berinteraksi dengan orang dari berbagai latar belakang Ini menunjukkan perlu adanya upaya aktif untuk membangun dialog, kerja sama, dan berbagi iman. Di dalamnya ada penekanan untuk memahami dan menghormati pemahaman orang lain yang berbeda. Dengan memenuhi Amanat Agung, pengikut Kristus ikut ber partisipasi aktif membangun kerja sama dengan orang dari berbagai agama. 

Semangat yang sama juga disuarakan oleh Rasul Paulus di Galatia 3:28: "Dalam hal ini tidak ada orang Yahudi atau orang Yunani, tidak ada hamba atau orang mer deka, tidak ada laki-laki atau perempuan. 

karena kamu semua adalah satu di dalam Kristus Yesus" Ayat ini mengingatkan bahwa di dalam Kristus ada kesatuan dalam perbe daan. Seharusnya tidak ada diskriminasi karena berbagai latar belakang yang berbeda. 

Sikap menghargai orang berlatar belakang berbeda juga ditunjukkan oleh Abraham di Kejadian 18:1-8. Ia menyambut orang asing yang datang ke rumahnya dengan sangat baik. Sikap Abraham ini mendorong kita berinteraksi dengan mereka yang berbeda dengan kita, menyambut mereka dengan ramah, bukan mengucilkan mereka. 

Bagaimana remaja Kristen dapat mengupayakan dialog dan kerja sama antaragama? Mulailah dengan mengobrol dengan teman sekelas yang memiliki keyakinan berbeda. Tanyakan tentang liburan, tradisi, dan nilai-nilai hidup mereka. Ikutlah menyusun acara sekolah yang merayakan keragaman, yang menampilkan praktik-praktik agama yang ber-beda melalui presentasi, musik, atau makanan. 

Ingatlah, untuk membangun pemahaman dan kerja sama antarumat beragama dibu tuhkan keterlibatan aktif. Firman Allah menyatakan pentingnya dialog dan kerja sama yang melampaui batas agama. Kita dipanggil untuk membangun jembatan pemahaman dan kerja sama, mengakui bahwa kita semua adalah sesama manusia ciptaan Allah, dan bekerja sama untuk masa depan yang lebih cerah. Prof. Dr. Diana Eck, seorang pemerhati dialog antaragama, mengatakan, "Masa depan dunia bergantung pada kualitas dialog kita melintasi batas perbedaan." Mari menjadi generasi yang mendorong terjadinya dialog ini, membangun jembatan rasa hormat dan harmoni di dunia yang sarat keberagaman. 

Membangun dialog dan kerja sama antaragama tidak berarti meninggalkan iman Kristen. Firman Allah juga menekankan pentingnya tetap teguh pada iman kita sendiri. Di Ulangan 5:9 Allah memperingatkan agar kita tidak menyembah ilah-ilah, "Jangan sujud menyembahnya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalas kesalahan bapa kepada anak-anaknya sampai kepada ketu-runan ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku" Ayat ini tidak berarti bahwa kita harus intoleran terhadap agama lain. Ayat ini mengingatkan kita bahwa kita harus meyakini iman percaya kita sendiri dan memegangnya teguh. 

Dr. Miroslav Volf, seorang teolog yang aktif dalam isu sosial keagamaan, mengatakan bahwa dialog antaragama bukan hanya tentang proses memahami orang lain, tetapi jugatentang proses memperkaya inan kita sendiri. la melihatnya sebagai sebuah proses pem belajaran bersama. Dengan menghormati agama-agama lain, orang Kristen justru makin kuat dalam imannya. 

 

B. TANTANGAN DALAM MEMBANGUN DIALOG DAN KERJA SAMA ANTARUMAT BERAGAMA 

Membangun dialog dan kerja sama antarumat beragama adalah tugas mulia, tetapi me nantang Pernahkah kamu mengalami kesulitan bergaul dengan orang yang berbeda agama? Tuliskan pengalamanmu di kotak di bawah inil 

Tantangan dalam membangun dialog dan kerja sama antarumat beragama dapat muncul dalam berbagai bentuk, antara lain: 

 1. Kesalahpahaman dan stereotipe 

Asumsi seseorang berdasarkan keyakinan agamanya terhadap orang yang beragama lain dapat menimbulkan penilaian yang bias sehingga terjadi kesalahpahaman dan stereotipe. Tantangan ini sering muncul karena kurangnya pengetahuan atau pemahaman tentang sudut pandang yang beragam tanpa upaya mengecek kebenarannya secara langsung dari orang bersangkutan. Untuk mengatasi tantangan ini diperlukan upaya untuk saling men-dengarkan, empati, dan komitmen untuk belajar tentang orang lain tanpa mengandalkan asumsi. Kesalahpahaman dan stereotipe kadang membuat remaja takut untuk berdialog dengan penganut agama lain Diperlukan hati yang terbuka dan kemauan belajar untuk mewujudkan dialog yang tulus. 

2. Perbedaan ajaran 

Perbedaan ajarah agama sering kali menghambat diakong terbuka. Ajaran agama yang satu bisa sangat berbeda dengan ajaran agama yang lainnya sehingga upaya memahami dan menghormati perbedaan ini tidak mudah. Muncul perasaan defensif atau penolakan terha dap ide-ide yang bertentangan dengan ajaran agarna yang dianut. Sifat Tuhan, keselamatan, atau praktik keagamaan dapat menjadi topik yang sensitif untuk dibicarakan 

Untuk mengatasi tantangan ini diperlukan semangat toleransi, mengakui bahwa kebe raguaman keyakinan merupakan bagian alamiah dari pengalaman manusia, Juga dibutuhkan keinginan untuk menemukan titik temu dan menghormati hak orang lain untuk memegang Iryakinan mereka. Perbedaan ini dapat dihadapi dengan membangun rasa hormat, keren-Jahan hati, dan fokus pada nilai bersama, seperti kasih dan keadilan sosial. 

3. Pengaruh budaya 

Budaya memainkan peran penting dalam membentuk praktik dan identitas keagamaan. Budaya dapat memperkuat perbedaan agama, menyulitkan seseorang untuk melihat di Juar tradisi mereka sendiri. Terkadang, perbedaan budaya dapat disalahpahami sebagai identitas keagamaan. Contohnya, adat atau tradisi tertentu mungkin dipandang sebagai sebuah ajaran keagamaan, padahal sebenarnya merupakan ekspresi budaya. Untuk meng atasi tantangan ini, kita harus mampu membedakan antara aspek budaya dan keagamaan, menghargai keberagaman dalam komunitas iman, dan memiliki pemahaman bahwa keyakinan agama seseorang juga dipengaruhi faktor budaya. 

4. Beban sejarah 

Konflik dan prasangka pada masa lalu sering kali turut menyebabkan permusuhan dan kekerasan antarpemeluk agama. Untuk mengatasi luka sejarah ini diperlukan upaya aktif untuk mengampuni dan komitmen untuk membangun kepercayaan. Kamu mungkin ber-temu dengan teman sekelas yang keluarganya menyimpan kenangan pahit terkait dengan persekusi agama. Dalam situasi tersebut, kamu dapat mencoba menjadi pendengar yang baik, menunjukkan empati dan rasa hormat terhadap kisah mereka. Upaya-upaya itu dapat menuju penyembuhan dan membangun jembatan dialog. 

5. Takut kehilangan identitas diri 

Kadang ada penganut agama dan kepercayaan yang khawatir kehilangan keyakinan iman sendiri ketika membangun dialog dengan penganut agama dan kepercayaan lain. Iman yang sejati seharusnya tidak terancam oleh dialog terbuka dan pemahaman antaragama. Prof. Dr. Diana Eck mengatakan, "Dialog antarkepercayaan bukanlah tentang mengaburkan batas,melainkan tentang belaiar hidup secara kreatif dan saling membangun dengan batas-batas yang ada" Perhatikanlah taman yang ditumbuhi bunga berwarna-warni. Keberagaman bunga mempercantik taman itu. Demikian juga dialog dan kerja sama antaragama dan kepercayaan memperindah hidup kita 

6. Tekanan Sosial 

Seorang remaja kerap takut dijauhi kalau berani menjelajah di luar kelompok agama atau kepercayaannya. Ketakutan itu dapat menghambat keingintahuan dan persahabatan dengan orang yang berbeda agama atau kepercayaan dengannya. Misalnya, Geri ragu untuk meng undang Mariam ke gereja karena tidak yakin dengan reaksi teman-temannya, sementara Mariam mungkin menghindar membahas imannya dengan kelompok yang berbeda iman dengannya agar tidak dijauhi Untuk mengatasi kendala-kendala sosial ini diperlukan keberanian dan pikiran terbuka untuk mendapatkan dukungan dari teman sebaya yang sejalan dan menghargai persahabatan yang tulus. 

Dialog dan kerja sama antaragama memerlukan empati dan kerendahan hati. Kedua nilai ini dapat dibangun dalam masyarakat yang berbeda agama. Sebagai remaja Kristen, kamu dapat meneladani cinta dan belas kasih Tuhan Yesus dalam rangka berkontribusi menghadirkan darnai sejahtera Allah di tengah komunitas yang beragam, Kamu juga dapat menjadikan firman Allah sebagai pedoman dalam berelasi dengan orang yang berlatar belakang berbeda. 

Berikut ini beberapa kiat yang dapat kamu praktikkan agar mampu membangun dialog dan kerja sama antarumat beragama yang berbeda: 

Menjadi pendengar yang baik: belajarlah menyimak penuturan orang lain secara saksama, tanpa menyela atau menghakimi. 

Memiliki empati: berusahalah memahami dari sudut pandang orang lain. 

Menghormati: perlakukan orang lain dengan hormat meskipun kamu tidak setuju dengan keyakinan mereka. 

Titik temu bersama: fokuslah pada nilai bersama dan tujuan yang sama, seperti per-damaian, keadilan, dan kasih sayang. 

 

C. REMAJA KRISTEN MEMBANGUN DIALOG DAN KERJA SAMA ANTARAGAMA 

Hans Küng, seorang teolog Kristen, berpendapat bahwa berdialog dengan orang dari agama yang berbeda memungkinkan terjadinya saling memahami, menghilangkan pra-sangka, dan membangun budaya perdamaian. Kamu pasti akan berjumpa dengan orang yang memiliki latar belakang keyakinan yang berbeda. Perjumpaan itu akan menjadi kesempatanmu untuk menerapkan prinsip-prinsip Hans Küng di atas. Bangunlah dialog yang saling menghormati dan menghargai sambil berusaha memahami keyakinan orang lain. Hindari memaksakan keyakinan sendiri. 

Dialog dan kerja sama antaragama dan kepercayaan dapat berkontribusi dalam upaya menghilangkan stereotipe dan memupuk persatuan di Indonesia yang memiliki kebera-gaman agama dan kepercayaan. Berikut ini adalah beberapa cara untuk melakukannya:

1. Kelompok remaja lintas agama 

Berpartisipasi dalam diskusi-diskusi terbuka yang diadakan oleh kelompok anak muda lintas agama. Di situ para peserta lainnya dapat belajar tentang tradisi agama yang berbeda Kelompok-kelompok yang menjadi wadah untuk berdialog dan bekerja sama ini mendo. rong pemahaman di antara anggota komunitas yang beragam. 

2. Proyek pelayanan masyarakat 

Remaja dapat berkolaborasi dalam proyek-proyek pelayanan masyarakat yang melibatkan orang-orang dari berbagai latar belakang agama, misalnya menjadi sukarelawan korban bencana, bekerja sama di dapur umum. Dengan bekerja sama mencapai tujuan bersama, kamu mengalami dampak positif dialog dan kerja sama dalam perbedaan. 

3. Proyek sekolah 

Kamu dapat berkolaborasi dengan teman sekelas yang memiliki keyakinan agama berbeda untuk mengadakan proyek yang mengeksplorasi berbagai tradisi keagamaan. Adakan pameran, pentas seni, atau diskusi buku tentang berbagai tradisi iman yang berbeda. 

4. Acara komunitas 

Ikut serta dalam festival antariman, acara makan bersama, atau proyek pelayanan untuk membangun pengertian dan persahabatan. Misalnya, sebagai remaja Kristen, kamu dapat juga berpartisipasi dalam kegiatan berbuka bersama teman yang sedang menjalankan ibadah puasa. 

5. Percakapan terbuka 

Jangan ragu untuk melakukan percakapan yang disertai sikap hormat dan terbuka dengan teman dan anggota keluarga mengenai keyakinan dan praktik keagamaan mereka. Kegiatan ini akan menolongmu untuk belajar tentang mereka dan sebaliknya. 

6. Media sosial 

Gunakan wadah media sosial untuk berbagi pesan positif tentang pemahaman dan kerja sama antariman. Kamu juga dapat mulai mengampanyekan dialog dan kerja sama antar-umat beragama untuk menginspirasi munculnya sikap saling menghargai dan menghormati dalam perbedaan agama. 

Tuhan Yesus mengajarkan bahwa sesama bukan hanya orang-orang yang duduk di sekitarmu di gereja, tetapi juga orang lain yang bahkan berbeda agama. Mari belajar mem-bangun dialog dengan mereka. Hans Küng mengingatkan bahwa "dialog yang sejati hanya dapat terjadi antara mereka yang setara, yang menghormati identitas masing-masing dan bersedia belajar satu sama lain." 

Untuk belajar satu sama lain, kamu perlu melangkah keluar dari zona nyamanmu. Pada bulan Ramadan, misalnya, daripada hanya mengamati temanmu berpuasa, kamu dapat bertanya tentang makna bulan tersebut bagi umat Islam, belajar tentang perayaan Idul Fitri sambil berbagi informasi tentang hari raya umat Kristen seperti Natal atau Paskah. Dialog yang berakar pada rasa ingin tahu dan rasa hormat niscaya akan menciptakan jem-batan saling memahami. 

Sama seperti Tuhan Yesus yang menghadapi tantangan ketika membagikan pesan kasih kepada mereka yang berbeda, kita juga harus berani membangun jembatan pema-haman berupa dialog dan kerja sama. Ingatlah, setiap percakapan, kolaborasi, atau interaksi kecil sekalipun merupakan riak perubahan dalam kolam kehidupan antaragama yang lebih besar. Riak-riak kecil yang terus terjadi dan bertemu akan menciptakan gelombang kerja sama dan rasa hormat di tempat kita berada. 

Mari kita bangun jembatan pemahaman, bukan tembok pemisah. Mari hidupkan pesan kasih dan persatuan yang melampaui batas keagamaan agar dunia menjadi lebih harmonis dalam perbedaan. Ingatlah, Tuhan Yesus tidak datang untuk menciptakan umat yang menutup diri dari dunia luar, tetapi untuk mengumpulkan semua orang dalam pelukan kasih Allah. Sekarang, giliranmu untuk memperluas pelukan itu dan membangun dunia di mana dialog antarumat beragama bukan sebatas sebuah konsep, melainkan diwujudkan di dalam kehidupan bersama sehari-hari. 


RANGKUMAN 

Menghidupi iman Kristen di tengah keragaman agama dapat dimulai dengan mengingat perintah Tuhan Yesus di Matius 22:39: "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." Perintah tersebut merupakan seruan agar kita tidak membeda-bedakan sesama. 

Namun, kita sering kali menemui tantangan saat hendak membangun dialog antar umat beragama. Tantangan tersebut bisa berupa kesalahpahaman dan stereotipe, perbedaan ajaran, pengaruh budaya, beban sejarah, rasa takut kehilangan identitas diri, atau tekanan sosial. Tantarigan-tantangan tersebut dapat diatasi dengan membangun sikap empati dan kerendahan hati berlandaskan cinta dan belas kasih yang diteladankan oleh Tuhan Yesus. 

Upaya membangun dialog dan kerja sama dapat dimulai dari hal-hal sederhana di dalam kehidupan sehari-hari, seperti memulai persahabatan dengan teman yang berbeda agama. Upaya itu juga dapat dilakukan dengan cara bergabung dalam kelompok remaja lintas agama, berkolaborasi dalam proyek pelayanan masyarakat, mengadakan proyek sekolah yang mengeksplorasi berbagai tradisi keagamaan, mengikuti acara komunitas seperti festival antariman, mengadakan percakapan terbuka, dan menggunakan media sosial untuk mempromosikan dialog dan kerja sama antaragama.

 

 

Sumber: buku paket PAK kelas 8, penerbit BPK

 

Bab 9 Terlibat Aktif dalam pelayanan di Gereja (Materi ajar PAK kelas 8)

Bab 9 Terlibat Aktif dalam pelayanan di Gereja 

Terlibat Aktif dalam pelayanan di Gereja

Bahan Alkitab: Mat 23:11, Kis 6:1-7, Yoh 13:1-17, 34-35

A. PELAYANAN SEBAGAI TUGAS PANGGILAN GEREJA 

 Selama berada di dunia, Tuhan Yesus terus-menerus menunjukkan sikap hidup melayani berlandaskan kasih dan semangat pelayanan tanpa pamrih. Perhatikan tindakan nyata pelayanan Yesus ketika la mencuci kaki para murid-Nya (Yohanes 13:1-17). Tindakan Tuhan Yesus tersebut menunjukkan kerendahan hati-Nya. Pelayanannya itu menunjukkan bahwa bagi Yesus, melayani orang lain bokanlah tugas vang rendah. Kauh hanya dapat dinyatakan melalui perbuatan baik dan kerendahan hati. 

Pelayanan menjadi ungkapan nyata komitmen untuk mengikuti jejak Kristus, memenuhi perintah-Nya untuk saling mengasihi (Yohanes 13:34-35). 

Di dalam Matius 23:11. Tuhan Yesus bahkan menekankan bahwa yang terbesar di antara kita harus menjadi pelayan. Selarijutnya, Rasul Paulus menjelaskan ide ini di Galatia 5:13, menyatakan, "Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Namun, janganlah mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk hidup dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain dengan kasih." 

Kata "pelayanan" di dalam Alkitab Perjanjian Baru adalah diakonia, berasal dari bahasa Yunanı yang berarti pelayanan kepada orang miskin, papa, dan lemah secara ekonomi, hukum, dan sosial. Tujuannya adalah untuk memberdayakan mereka sehingga mampu mandiri dan menjadi manusia yang utuh. Melalui pelayanannya, gereja hadir di tengah dunia yang bergumul dengan berbagai masalah kemanusiaan dan penderitaan. Pelayanan gereja akan membawa dampak perubahan positif, tidak hanya pada gereja itu sendiri, tetapi juga pada lingkungan tempat gereja berada. 

 Diakonia yang menjadi tugas utama diaken (pelayan) dilakukan dengan melibatkan seluruh potensi jemaat. Sebagai remaja gereja, kamu pun dipanggil untuk terlibat dalam pelayanan gereja agar tercipta kedamaian, keadilan, dan kesejahteraan masyarakat tempat gerejamu berada. 

 

Aktivitas 2: Eksplorasi Alkitab 

Bacalah Kisah Para Rasul 6:1-7, kemudian diskusikan pertanyaan-pertanyaan di bawah ini di dalam kelompok! 

1. Bagaimana situasi sosial jemaat pada waktu itu sehingga jemaat membutuhkan tujuh pelayan jemaat (diaken)? 

2 Apa saja kriteria untuk menjadi diaken tersebut? Menurutmu, mengapa kriteria itu penting untuk dipenuhi?

3. Apa saja tugas ketujuh diaken tersebut? 

4. Apa yang dapat kamu pelajari dari bacaan Alkitab ini untuk mendukung keterlibat anmu dalam pelayanan gerejał 

5. Menurutmu, apakah dibutuhkan sikap hidup yang seturut kehendak Allah agar dapat melayani? Jelaskan! 

 

Melakukan pelayanan tidak hanya memberi manfaat kepada orang yang kamu layani tetapi juga dapat membawa perubahan pada dirimu sendiri. Sebagai remaja yang sedang bertumbuh dan berproses menjadi lebih dewasa, melakukan pelayanan dapat menyalakan semangatmu untuk terus berkarya, memupuk hubungan yang lebih dalam dengan sesama dan mengembangkan keterampilan penting, seperti empati, kepemimpinan, dan pemecahan masalah. 

Ingatlah, bahkan pelayanan sederhana, seperti menyapa teman, menawarkan bantuan mengantar teman yang sakit di sekolah ke UKS, atau menyambut orang tua yang baru pulang bekerja dapat memberi dampak mendalam. Tindakan-tindakan sehari-hari ini me rupakan jawaban kita terhadap panggilan Allah untuk melayani dengan kasih dan belas kasih tanpa pamrih sebagaimana Tuhan Yesus telah teladankan. Dengan rendah hati la mencuci kaki para murid-Nya. Dengan belas kasih Ia menyembuhkan orang sakit, memberi makan mereka yang lapar, dan membela mereka yang terpinggirkan. la menunjukkan bahwa pelayanan yang sejati tampak dalam tindakan nyata. 


B. SUKACITA DALAM MELAYANI 

 Apakah kamu senang dan bersukacita saat melayani? Tahukah kamu, saat kamu melayani dengan sukacita, orang lain dapat termotivasi untuk ikut terlibat dan pelayanan dan meng alami sukacita yang sama. Melayani dengan sukacita juga dapat memperkuat imanmu kepada Allah karena kamu sedang melakukan kehendak Allah dan melaksanakan pang-gilan-Nya untuk melayani. 

Pernahkah kamu mengalami kesulitan saat melayani? Memang, pelayanan bukan tanpa tantangan dan hambatan. Tuhan Yesus sendiri menghadapi banyak tantangan dalam karya pelayanan-Nya. Ia pernah diragukan dan ditolak, bahkan dituduh menghujat Allah hingga akhirnya menderita dan mati di kayu salib. Namun, berkat komitmen-Nya yang teguh pada misi-Nya di dunia, kasih karunia-Nya yang tak terbatas, dan pengampunan-Nya yang tegas di tengah ketidakadilan yang la alami, kita umat manusia diselamatkan. Mari belajar dari keteguhan hati-Nya saat kamu ragu sehingga kamu tetap teguh melayani walaupun menghadapi berbagai tantangan. 

Untuk menghadapi tantangan dalam pelayanan dibutuhkan tekad dan komitmen yang kuat seperti Tuhan Yesus yang tetap teguh dalam pelayanan-Nya walaupun terasa berat. Selain itu, kamu perlu kembali mengingat alasan dan tujuanmu melakukan pela-yanan. Pelayanan merupakan bagian dari tugas dan tanggung jawabmu sebagai warga gereja sekaligus sebagai ungkapan syukur atas kasih Allah dalam hidupmu. 

Pelayanan menjadi jalan untuk bertumbuh dalam iman kepada Allah. Saat kamu melayani, membagikan kasih Kristus secara nyata, Allah juga mengubah karaktermu menjadi remaja Kristen yang lebih baik: lebih rendah hati, lebih mengasihi sesama dan solider terhadap sesama. 

Namun, kita perlu mewaspadai godaan bangga berlebihan terhadap pelayanan yang kita lakukan, godaan melayani demi mendapatkan pengakuan atau meningkatkan citra diri. Atau, kita membantu orang lain bukan karena kita tulus peduli, melainkan untuk memenuhi tujuan pribadi atau membesarkan ego kita. Tuhan Yesus memperingatkan tentang hal ini di Matius 6:1: "Ingatlah, jangan kamu mengamalkan kesalehanmu di depan umum supaya dilihat orang, karena jika melakukan demikian, kamu tidak memperoleh upah dari Bapamu yang di surga." 

Pelayanan sejati timbul dari kerendahan hati dan keinginan tulus untuk meringankan penderitaan dan membawa kasih Allah ke dunia. 


C. REMAJA YANG MELAYANI DAN MEMBAWA PEMBARUAN 

Remaja Kristen tidak sebatas menghadiri ibadah hari Minggu di gereja, berdoa, dan mem pelajari firman Allah. Remaja Kristen meneladani Kristus, yaitu keluar dari zona nyaman, menyingsingkan lengan baju untuk secara aktif melayani sesama. 

Kamu mungkin berpikir, ah, saya kan masih remaja, siswa kelas 8. Pelayanan apa yang bisa saya lakukan? Memangnya pelayanan saya bisa membawa pembaruan? 

Kenalilah potensi dan bakatmu, kemudian mulailah dari hal-hal kecil dan sederhana. 

Kegiatan-kegiatan sederhana di atas menunjukkan bahwa pelayanan dapat dimulai dari gereja, tetapi tidak terbatas hanya di gereja. Sebagai remaja gereja, kamu pun dipanggil untuk melayani lebih luas lagi karena gereja memiliki misi Allah untuk membawa dama sejahtera ke dunia, menjadi terang dan garam bagi dunia di sekitarmu, serta membawa pembaruan untuk dirimu sendiri, gereja, dan masyarakat.

 

Berikut ini adalah beberapa bentuk pelayanan yang dapat kamu lakukan untuk membawa pembaruan di lingkungan sekitarmu: 

1. Pelayanan masyarakat 

Kamu dapat melibatkan diri dalam kegiatan-kegiatan sosial, seperti menjadi sukarelawan di tempat penampungan korban bencana, berpartisipasi dalam proyek membersihkan lingkungan, atau melayani lansia di panti wreda. 

2. Mentor teman sebaya 

Kamu dapat menjadi mentor pelajaran di sekolah atau berpartisipasi dalam kegiatan pelayanan remaja di gereja. 

3. Pelayanan musik dalam ibadah 

Kamu dapat berpartisipasi dalam pelayanan musik atau memimpin pujian ibadah. Ini dapat meningkatkan pengalaman ibadah dan membentuk hubungan yang lebih dalam dengan Allah serta memberimu kesempatan untuk membagikan iman dan bakatmu se-hingga terman sebaya lainnya juga makin merasa atau memiliki keinginan yang sama untuk terhubung dengan Allah. 

4. Media sosial untuk penginjilan 

Pada era digital saat ini, kamu dapat memanfaatkan media sosial untuk membagikan pesan positif, firman Allah, dan menginspirasi orang lain untuk bertumbuh dalam iman kepada Allah. Pelayanan di media sosial ini berpotensi untuk berdampak secara luas karena dapat menjangkau banyak orang. 

 Melayani berdasarkan prinsip-prinsip pelayanan Kristen merupakan aspek penting dalam perjalanan iman. Dengan berkontribusi secara aktif di lingkungan sekitarmu, kamu menunjukkan kekuatan transformasi kasih dan pelayanan Kristen. Dengan melayani, kamu menghayati ajaran Tuhan Yesus, menumbuhkan imanmu, dan memberi dampak bermakna pada dunia di sekitarmu. 

 

RANGKUMAN 

Pelayanan atau dalam bahasa Yunani, diakonia, berarti pelayanan kepada orang miskin, papa, dan lemah secara ekonomi, hukum, dan sosial. Tujuan pelayanan adalah untuk memberdayakan yang lemah dan papa agar mampu mandiri dan menjadi manusia yang utuh. Dengan melakukan pelayanan, gereja hadir di tengah dunia yang bergumul dengan berbagai masalah kemanusiaan dan penderitaan. 

Saat menghadapi tantangan dalam pelayanan, kita perlu memiliki tekad dan komitmen yang kuat, seperti yang telah diteladankan oleh Tuhan Yesus. la tetap teguh dalam pelayanan-Nya walaupun terasa berat. 

Pelayanan adalah bagian dari tugas dan tanggung jawab sebagai warga gereja sekaligus salah satu bentuk ungkapan syukur kita atas kasih-Nya di dalam kehidupan kita. 

Pelayanan mendorong kita bertumbuh dalam iman kepada Allah. Dalam pelayanan, kita dimampukan untuk membagikan kasih Kristus secara nyata. Di dalam pelayanan ada kekuatan perubahan dari Allah yang membentuk karakter remaja Kristen menjadi lebih baik. Saat kita melayani, Allah mengubah kita dan membentuk karakter kita menjadi remaja Kristen yang lebih rendah hati, lebih mengasihi, dan solider terhadap sesama.

 

 

Sumber: buku paket PAK kelas 8, penerbit BPK

 

Bab 8 Peduli sesama sebagai wujud iman kepada Allah (Materi ajar PAK kelas 8)

Materi ajar PAK kelas 8 Bab 8 Peduli sesama sebagai wujud iman kepada Allah

Peduli sesama sebagai wujud iman kepada Allah

Bahan Alkitab: Ulangan 11:12, Maz 142:4, Luk 10:34-35, 1Tim 3:5

 

A. SIKAP PEDULI DALAM PEMAHAMAN IMAN KRISTEN 

Kata "peduli" dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti mengindahkan, memper hatikan, menghiraukan. Kepedulian berarti perihal sangat peduli, sikap mengindahkan. Secara umum, kepedulian dipahami sebagai tindakan melakukan dan atau memberikan segala sesuatu yang diperlukan oleh diri sendiri, sesama, dan lingkungan dalam rangka keutuhan ciptaan Allah. Makna kata peduli tidak terbatas pada hubungan antarsesama manusia, tetapi juga mencakup hubungan manusia dengan ciptaan Allah yang lain. 

Di Alkitab Perjanjian Lama, kata yang dipakai untuk kepedulian adalah darash di Ulangan 11:12. Kepedulian di sini menunjuk kepada pemeliharaan Allah atas negeri yang akan dimasuki umat pilihan-Nya. Allah menunjukkan kepedulian terhadap kehidupan umat brael melalui janji-Nya. Jika mereka hidup taat pada perintah-Nya, mereka akan memasuki suatu negeri yang keadaannya baik, negeri yang menghasilkan bahan makanan tanpa mereka perlu berjerih payah. Jadi, kepedulian Allah tidak semata-mata ditujukan kepada umat-Nya saja, tetapi juga kepada negeri (tanah) di mana umat akan tinggal dan menetap Kata lain yang dipakai untuk kepedulian adalah hashah di Mazmur 142:4 

Di Alkitab Perjanjian Baru, kata "peduli" yang paling dekat maknanya adalah epime leomat di kisah Lukas 10:34-35 yang bercerita tentang orang Samaria yang murah hati. Orang Samaria yang biasanya tidak dianggap oleh masyarakat Yahudi saat itu justru dapat menyatakan kasih dengan tulus la langsung menunjukkan kepedulian saat melihat ada orang yang memerlukan bantuan. 

Selain itu, di 1 Timotius 35, kata "peduli dipakai untuk menjelaskan jabatan penilik jemaat yang mengurus jemaat Allah. Ayat ini hendak mengatakan bahwa orang yang tidak pedali dan tidak memperhatikan keharganya dengan baik akan mengalami kesulitan ketika harus mengurus atau memperhatikan jemaat Allah karena keluarga merupakan persekutuan terkecil jemaat Allah. 

Dari pembahasan tentang makna kata "peduli di Alkitab, kamu dapat menyimpulkan bahwa Allah sendiri telah menjadi contoh nyata bagi kita dalam hal memedulikan dan mengasihi manusia dan seluruh ciptaan-Nya, la menunjukkan kasih dan kepedulian Nya sejak kata diciptakan, la mencukupi kebutuhan kita, menyelamatkan kita dari dosa, dan menuntun kehidupun kita. Oleh karena itu, kita pun terpanggil untuk memedulikan sesama dan segenap ciptaan Allah. Tuhan Yesus sendiri menunjukkan teladan kepedulian yang luar biasa selama hidup di dunia 

 

Aktivitas 2: Eksplorasi Alkitab 

Mari meneladani sikap peduli Tuhan Yesus. Bacalah ayat-ayat Alkitab berikut ini, kemudian diskusikan bentuk sikap peduli yang nampak dari kisah-kisah tersebut! Tuliskan hasil diskusimu pada tabel di bawah ini?

 

No

Ayat Alkitab

Bentuk Kepedulian Tuhan Yesus

Caraku Meneladani Kepedulian Tuhan Yesus

1.        

Matius 22:37-39

 

 

2.        

Matius 25:40

 

 

3.        

Markus 10:46-52

 

 

4.        

Lukas 14:15-24

 

 

5.        

Yohanes 13:1-17

 

 

 

Comoh kepedulian haar biasa joga nampak dalam kisah yang diceritakan oleh Tuhan Yesus tentang orang Samaria yang murah hati (Lukas 10:25-37) Seorang laki-laki diram-pok dan dipukuli sampai hampir mati. Dua orang pertama yang lewat dan melihatnya tergeletak, tidak menolongnya. Mereka malah mengabaikan dia. Kemudian, datanglah seorang Samaria la menyeberangi batas sosial dan agama lalu langsung bertindak nyata untuk menolong pria terluka itu membungkus lukanya, memberinya tempat perawatan, dan memastikan perawatan berlanjut. Kisah ini bukan hanya tentang sebuah perbuatan buik. Kisah ini memberi teladan nyata kepada pengikut Kristus agar menyatakan kepedulian dan kasih tanpa memandang latar belakang atau perbedaan apa pun. 

Iman kita kepada Allah mendorong kita agar peka melihat penderitaan di sekitar kita dan merespons dengan kasih dan perhatian yang tulus, Ingatlah, tindakan kepedulian ter kecil sekalipun, seperti tersenyum atau membantu teman sekelas memahami pelajaran yang sulit, dapat menjadi cara sederhana untuk menyatakan kepedulian terhadap sesama Ayo kamu, remaja Kristen, sebarkan benih-benih belas kasih! Ketika kamu memedulikan sesama, kama turut mencerminkan kasih Allah di dunia. 

 

B. TANTANGAN DALAM BERSIKAP PEDULI 

Ketika bersikap peduli, umat Allah sedang mengekspresikan sikap saling mengasihi sebagaimana Allah telah mengasihi kita. Namun, menerapkan kepedulian di dalam kehidupan sehari-hari tidaklah mudah. Sering kali muncul beberapa tantangan. Apakah kamu pernah mengalami kesulitan saat berupaya bersikap peduli sesama? 

Melalui aktivitas di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa tantangan dalam berakap peduli sesama dapat muncul dalam berbagai bentuk, antara lain: 

 1. Tekanan teman sebaya 

 Remaja sering menghadapi tantangan untuk memenuhi harapan teman sebaya. Remaja takut terlihat berbeda atau lemah ketika bendak mengekspresikan kepedulian sehingga menghalanginya membela orang lain atau memberikan bantuan 

 2. Mementingkan diri sendiri 

 Masa rernaja ditandai dengan penemuan jati diri. Remaja cenderung egois dan memen tinglan kebutuhan pribadi daripada kebutuhan orang lain sehingga menghambat remaja bersikap peduli. 

 3. Pemisahan oleh dunia maya 

 Berkomunikasi di dunia maya dapat menimbulkan perasaan terputus dari unteraksi dunia nyata. Bersikap peduli di dunia maya seperti di dunia nyata sulit dilakukan karena tidak ada perjumpaan langsung 

 4. Pengaruh budaya 

 Norma budaya dan nilai-nilai sosial pada masa kini kadang-kadang bertentangan dengan ajaran Kristen tentang kasih. Remaja Kristen tertantang untuk bersikap dan menyelaraskan tindakannya dengan nilai-nilai Kristiani 

 5. Kesibukan 

 Menyeimbangkan sekolah, kegiatan ekstrakurikuler, kehidupan sosial, dan kewajiban ke luarga dapat membuat rernaja merasa kewalahan sehingga kurang peduli dunia di sekitarnya. 

 6. Luka kekecewaan 

 Pengalaman terluka, dikhianati, atau diabaikan pada masa lalu dapat membuat seseorang sulit percaya dan membuka diri kepada orang lain sehingga menghambat kepedulian kepada sesama. 

 Jadi, apa yang dapat kamu lakukan untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut? Ayo perluas lingkaran pertemananmu. Keluar dari zona nyamanmu dan mulailah aktif terlibat dengan orang-orang yang berbeda denganmu. Ini akan membantu memupuk rasa empati dan kepedulian. Bergabunglah dalam kegiatan sukarela di sekolah, grerja maupun di masyarakat. Mulailah membungan percakapan dengan orang yang biasanya dak pernah kama anak bicara Berdialoglah dengan rasa hormat dan hati yang terbuka sugu prasangka terhadap orang lam. Ingatlah cara Tuhan Your membuka dialog dengan exang orang yang berbeda (tindakan yang bertentangan dengan norma norma pada masa zu) serta menawarkan perhatian dan kasih sayang kepada mereka yang dipinggirkan dan 

 Karma jaga daqut nilai dari hal-hal kecil, seperti tersenyum kepada orang yang Inasa nya tidak kamu pedulikan, menawarkan bantuan, atau mengirim pesan untuk sekadar menyupa Tindakan-tindakan yang tampaknya sepele mi, jika dilakukan dengan kesung guhan dan ketulwan, akan memupuk kepedulian dan kasih antarvesama 

 

C. MENERAPKAN SIKAP PEDULI SESAMA DI DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI 

Yesus Kristus adalah panutan kita dalam mengekspresikan kepedulian dan kasih la mewartakan kepedulian dan kasih-Nya dengan tindakan nyata selama hidup-Nya di dunia la puas terus-menerus mengingatkan kita agar memedulikan sesama yang membutuhkan kasih dan bantuan. Di Matius 23:35-36 Yesus berkata, "Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan, ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum, ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan, ketika Aku telanjang, kamu memberi Aku pakaian, ketika Aku sakit, kamu menjenguk Aku, ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku. Ayat ini menekankan pentingnya rasa empati dan kapedulian terhadap orang lain sekaligus menyatakan bahwa kepedulian kepada sesama adalah juga bentuk kasih kita kepada Allah. Jika kamu berkata bahwa kamu mengasihi Allah, kamu juga harus mengasihi sesama. Tunjukkan kepedulianmu kepada semua orang di sekitarmu seturut teladan Tuhan Yesus. 

Sebagai remaja Kristen, kamu dipanggil untuk mencerminkan kasih dan belas kasih yang telah diteladankan oleh Tuhan Yesus. Pastikan kehadiranmu membawa dampak positif di dalam keluarga, di sekolah, gereja, dan masyarakat. Melalui pemahaman dan penerapan sikap peduli, kamu dapat berkontribusi menciptakan keharmonisan di ling-kungan sekitarmu, seperti yang diteladankan oleh Kristus. 

Saat berjalan di area sekolah, sempatkanlah menyapa ramah anak baru, tersenyum kepada siswa pemalu, atau menawarkan bantuan kepada siswa, guru, atau petugas sekolah yang sedang membawa barang berat.  

Saat kamu berada di rumah, ingatlah membantu pekerjaan rumah tanpa diminta, mendengarkan keluhan saudara, mengobrol atau bermain dengan keluarga. Betapa harmo-nisnya keluargamu jika dibangun dengan kasih dan kepedulian sederhana seperti itu. Saat kamu berada di masyarakat, ingatlah para tunawisma. Sebuah senyuman, sapaan, atau bahkan sumbangan kecil dapat membuat perbedaan besar di dalam hidup mereka. 

Tindakan-tindakan tersebut di atas, walaupun tampaknya kecil, dapat berkembang menjadi sebuah gerakan berbagi kebaikan yang indah. 

 Menumbuhkan sikap peduli memang tidak selalu mudah. Kita perlu mengalahkan sikap mementingkan diri sendiri dan menumbuhkan kerelaan untuk berkorban. Namun, percayalah, Allah memampukan kamu. Tindakan-tindakan kepedulian kita dapat mencip takan gelombang perubahan positif, mengubah diri kita sendiri dan dunia di sekitar kita. Jadi, mari menjadi pelaku perubahan, penabur benih kebaikan. Mari mulai bersikap peduli, bukan hanya dalam tindakan besar, tetapi juga dalam momen-momen sehari-hari. Mari menjadi generasi yang melukis dunia dengan kasih sayang, senyuman, tangan yang mau membantu, dan aksi peduli sesama. 


RANGKUMAN 

 Kepedulian dipahami sebagai tindakan melakukan dan atau memberikan segala sesuatu yang diperlukan oleh diri sendiri, sesama, dan lingkungan dalam rangka keutuhan ciptaan Allah. Makna kata "peduli" tidak terbatas hanya pada hubungan antarmanusia, tetapi juga mencakup ciptaan Allah yang lain. Allah sendiri telah menjadi contoh nyata bagi kita dalam sikap peduli dan kasih-Nya kepada seluruh ciptaan-Nya. Ia menunjukkan kasih dan kepe dulian-Nya sejak kita diciptakan, la mencukupi kebutuhan kita, menyelamatkan kita dari dosa, dan menuntun hidup kita. 

 Tantangan dalam bersikap peduli dapat berupa tekanan teman sebaya, sikap memen-tingkan diri sendiri, pemisahan oleh dunia maya, pengaruh budaya, kesibukan, dan luka kekecewaan. Tantangan-tantangan ini dapat diatasi dengan cara mulai memperluas ling-karan pertemanan, keluar dari zona nyaman, dan mulai aktif terlibat dengan orang-orang yang berbeda di dunia nyata. Ini akan memupuk rasa empati dan kepedulian. Tuhan Yesus telah memberi teladan. la menjalin relasi dengan bermacam-macam orang, menentang norma-norma yang membuat orang-orang tertentu dipinggirkan dan dijauhi dari masyarakat pada masa itu, dan menawarkan perhatian serta kasih sayang kepada mereka.

 

Sumber: buku paket PAK kelas 8, penerbit BPK