Rabu, 18 Februari 2026

Bab 3 Beriman Seperti Yesus (Materi Ajar PAK kelas 8)

Beriman Seperti Yesus (Materi Ajar PAK kelas 8)

Bab 3 BERIMAN SEPERTI YESUS KRISTUS

Bahan Alkitab: Mat 4:1-11, Mat 23, Yoh 20:24-29, Yak 2:17

Tujuan Pembelajaran: Memahami sikap hdup beriman seperti yang diteladankan oleh Yesis Kristus

 

A. MAKNA HIDUP BERIMAN

Ibrani 11:1 menyatakan: "Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat." Ayat ini mengingatkan bahwa iman bukan hanya sekumpulan keyakinan, melainkan kepercayaan penuh akan janji-janji Allah, bah-kan ketika kita tidak mampu melihat Allah secara langsung. Hidup beriman melibatkan kepercayaan pada rencana dan tujuan Allah meskipun menghadapi tantangan kehidupan. Iman bukanlah ketiadaan keraguan, melainkan keberanian untuk percaya kepada Allah bahkan di tengah ketidakpastian hidup.

Kata "iman" di dalam Perjanjian Lama berasal dari kata aman atau emun yang berarti berpegang teguh, kesetiaan, sedangkan kata "iman" di dalam Perjanjian Baru berasal dari kata pistis/pisteuo yang artinya memercayai atau menerima sebagai hal yang benar. Dapat disimpulkan bahwa beriman berarti berpegang teguh pada keyakinan akan sesuatu karena sesuatu itu dapat dipercaya dan diandalkan. Beriman juga berarti memegang teguh janji-janji Allah akan keselamatan dan meyakininya dengan sepenuh hati, jiwa, dan akal budi.

Dietrich Bonhoeffer, seorang teolog besar, mengatakan bahwa iman bukanlah pe-rasaan, melainkan cara hidup. Beriman adalah tentang menjalani keyakinan kita di setiapaspek kehidupan kita, mulai dari ruang kelas hingga lapangan basket, dari meja makan keluarga hingga dunia maya. Beriman adalah tentang memperlakukan semua orang dengan kasih, bahkan ketika mereka berbeda atau tidak mudah diajak berteman. Kita terpanggil untuk melihat orang lain sebagai anak-anak Allah, sama seperti kita juga adalah anak Allah. Coba kamu perhatikan bagaimana Tuhan Yesus memperlakukan semua orang dengan kasih-Nya. Ja menyapa orang-orang yang tidak dipedulikan oleh masyarakat. la menolong orang-orang yang kesusahan, la menyembuhkan yang sakit dan bahkan memberi makan yang lapar tanpa melihat latar belakang suku, bangsa, agama, atau status sosial mereka. Ia juga menunjukkan ketaatan-Nya pada Allah dengan tetap teguh menjalankan rencana Allah untuk menyelamatkan manusia. Tuhan Yesus menjadi teladan bagi kita dalam mempraktikkan kasih dan ketaatan-Nya kepada Allah.

Yakobus 2:17 mengatakan: "Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, iman itu pada hakikatnya mati." Ayat ini mengingatkan bahwa iman kita kepada Allah harus diwujudkan di dalam sikap dan perbuatan kita yang sesuai kehendak Allah di dalam kehidupan sehari-hari. Maukah kamu menyatakan imanmu kepada Allah di dalam kehidupan sehari-hari seturut teladan Tuhan Yesus?

Sikap-sikap hidup beriman yang kamu temukan melalui ayat-ayat Alkitab di atas Setidaknya ada sepuluh sikap yang teridentifikasi dari ayat-ayat Alkitab di atas, yang dapat menampilkan sikap Yesus Kristus yang dapat dijadikan pedoman bagi kehidupanmu diteladani oleh remaja Kristen, yaitu:

1. Setia

Yesus Kristus adalah teladan yang sempurna dalam hal kesetiaan. Ia menunjukkan kese. tian yang teguh ketika menjalankan misi Allah. Teladannya mengajarkan kepada remaja Kristen betapa pentingnya memegang teguh nilai-nillaj iman dalam segala situasi, khususnya ketika menghadapi tekanan atau godaan untuk mengikuti arus dunia. Kesetiaan kepada Allah dan prinsip-prinsip-Nya merupakan fondasi yang kokoh bagi kehidupan beriman.

2. Mengasihi Tanpa Batas

Salah satu ajaran utama Yesus Kristus adalah mengasihi tanpa batas. la menunjukkan kasih kepada semua orang tanpa memandang latar belakang, status, atau perbuatan mereka. Remaja Kristen belajar pentingnya mengasihi sesama dengan tulus dan tanpa pamrih. Kamu diajak melihat setiap orang sebagai sesama manusia yang berharga di mata Allah dan memberikan kasih sayang tanpa mengharapkan balas jasa atau imbalan.

3. Taat pada Kehendak Allah

Di dalam kehidupan Yesus Kristus kita melihat ketaatan-Nya kepada kehendak Allah, bahkan dalam situasi tersulit sekalipun, la memilih taat pada rencana Allah sekalipun hal itu berarti mengalami penderitaan dan kematian di kayu salib. Hal ini mengajarkan kepada remaja Kristen pentingnya memiliki keteguhan hati dalam mengikuti kehendak Allah meskipun kadang-kadang itu bertentangan dengan keinginan pribadimu.

4. Tenang dalam Segala Keadaan

Meskipun diuji dan dihadapkan pada banyak kesulitan, Yesus Kristus selalu menunjukkan ketenangan dan kepercayaan kepada Bapa-Nya. Bagi remaja Kristen, ini merupakan con-toh kuat bagaimana tetap tenang dalam segala situasi dan percaya bahwa Allah selalu me-nyertai perjalanan hidupmu.

5. Melayani dengan Tulus

Yesus Kristus mendedikasikan hidup-Nya untuk melayani orang lain. Meskipun tugas-Nya sering kali terasa berat, la tetap melayani dan mengasihi sesama dengan tulus. Hal ini meng-ajarkan kepada remaja Kristen pentingnya mengambil peran dalam pelayanan gereja dan masyarakat dengan kerelaan dan ketulusan sebagai wujud kasih kepada Allah dan sesama.

6. Rendah Hati

Yesus Kristus memberi contoh sempurna dalam hal kerendahan hati. Ia adalah Anak Allah. Meskipun demikian, la memilih merendahkan diri-Nya dan melayani orang lain. Hal ini mengajarkan kepada remaja Kristen pentingnya rendah hati, menghormati orang lain, dan tidak menganggap diri lebih dari yang seharusnya.

7. Bijaksana dalam Tindakan

Setiap langkah Yesus Kristus di dunia ini penuh dengan kebijaksanaan llahi. la selalu mengambil keputusan yang sesuai dengan kehendak Bapa-Nya. Remaja Kristen diajarkan pentingnya memohon kebijaksanaan dari Allah sebelum bertindak dan mengambil keputusan di dalam kehidupan sehari-hari.

8. Adil dan Berbelas Kasih

Yesus Kristus selalu memperlihatkan kombinasi yang sempurna antara keadilan dan belas kasihan. la menegur orang berdosa, tetapi juga mengampuni orang yang bertobat dengan tulus. Hal ini mengajarkan kepada remaja Kristen pentingnya memperjuangkan keadilan dan mengasihi sesama tanpa mengorbankan prinsip-prinsip kebenaran.

9. Bersukacita dalam Kesulitan

Yesus Kristus mengalami banyak penderitaan dan penolakan, tetapi la tetap bersukacita menjalani karya pelayanan-Nya. Sukacita itu berasal dari hubungan yang dekat dengan Allah Bapa dan komitmen untuk melakukan kehendak Allah Bapa. Hal ini mengajarkan kepada remaja Kristen agar membangun relasi yang dekat dengan Allah sehingga kita dapat tetap dikuatkan dan bersukacita walau menghadapi tantangan berat.

10. Berkorban Berlandaskan Kasih

Salah satu teladan terbesar Yesus Kristus adalah pengorbanan-Nya yang penuh kasih bagi umat manusia, la rela mati di kayu salib untuk menebus dosa-dosa dunia. Remaja Kristen belajar melalui teladan Yesus Kristus pentingnya pengorbanan dalam hal mengasihi sesama, bahkan jika itu berarti menempatkan kepentingan orang lain di atas kepentingan pribadimu

Keteladanan hidup Yesus Kristus memberi kamu inspirasi dan bimbingan dalam menjalani kehidupan beriman. Dengan meneladani sikap-sikap hidup yang la tunjukkan, kamu dapat tumbuh dalam imanımu dan menjadi teladan bagi orang-orang lain di sekitarmu, Proses hidup beriman kepada Allah sering kali tidak berjalan sempurna karena kita adalah manusia yang penuh dosa. Namun, iman itulah yang akan menguatkan kita untuk terus berupaya hidup di jalan Allah. Yohanes Calvin, seorang teolog besar, mengatakan bahwa hidup Kristen bukanlah sesuatu yang harus dibicarakan, melainkan sesuatu yang harus dijalani. Jadi, jangan berhenti pada pengetahuan tentang iman saja. Praktikkan imanmu di dalam kehidupan sehari-hari. Bawalah terang dan kasih Allah kepada sesama dan alam.

 

B. MENSYUKURI TELADAN YESUS KRISTUS

Setujukah kamu bahwa hidup ini seperti roller coaster? Kadang melaju dengan kencang, kadang melambat. Kadang menanjak, kadang menurun. Kadang menyenangkan, kadang mengkhawatirkan. Hidup tidak selalu menyenangkan dan mudah, bahkan bagi orang-orang beriman. Ada banyak tantangan hidup yang muncul dan sering kali membuat kita menjauh dari Allah. Yesus Kristus pun mengalami berbagai tantangan di dalam kehidupan pelayanan-Nya. Coba kamu amati hidupmu sendiri, apa saja tantangan hidup yang kamu hadapi pada masa remajamu? Beberapa jenis tantangan di bawah ini mungkin pernah kamu alami:

1. Tekanan teman sebaya dan pengaruh budaya

Salah satu tantangan utama yang dihadapi oleh remaja Kristen adalah tekanan teman sebaya dan pengaruh budaya yang bertentangan dengan iman Kristen. Pengaruh budaya yang kuat dapat membingungkan dan membuatmu melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan kehendak Allah. Mari belajar dari tindakan Yesus Kristus mengkritik perilaku para ahli agama dan orang-orang Farisi (Matius 23). Mereka suka menonjolkan diri dan mencari penghormatan manusiawi, padahal seharusnya mereka tunduk kepada kehendak Allah dan melayani sesama dengan kerendahan hati. Yesus Kristus juga dapat disebut sebagai pemimpin agama saat itu. Namun, Ja tidak mengikuti kebiasaan para pemimpin agama itu. Sebaliknya, la memegang teguh nilai-nilai ketaatan dan kerendahan hati. Remaja Kristen dapat mengikuti teladan Yesus Kristus, yaitu tetap kokoh pada nilai-nilai iman, berani berbeda, dan memilih menaati kehendak Allah daripada menuruti arus dunia.

2. Godaan hidup

Hidup penuh berbagai godaan yang dapat menjauhkan kita dari kehendak Allah. Remaja Kristen sering menghadapi godaan-godaan yang dapat merusak moralitas, seperti per-gaulan bebas, kebiasaan buruk, atau penggunaan zat-zat terlarang. Mari belajar dari Yesus Kristus saat menghadapi godaan Iblis di padang gurun (Matius 4:1-11). la tetap teguh dalam iman dan menolak godaan tersebut dengan tegas. Remaja Kristen dapat mengikuti teladan ini dengan cara berdoa dan membaca firman Allah agar imanmu kuat dan kamu dapat menjauhkan diri dari lingkungan yang memberi pengaruh negatif serta berani menolak ajakan-ajakan yang menjauhkanmu dari Allah. Kisah pencobaan di padang gurun meng-ajarkan bahwa iman kepada Allah memampukan kita membuat pilihan yang benar, bahkan di tengah-tengah godaan yang berat.

3. Penderitaan dan kesulitan

Manusia selalu ingin hidup mudah dan bahagia. Namun, hidup tidak selalu demikian. Kita juga mengalami penderitaan dan kesulitan hidup. Sebagai remaja Kristen, kamu pun sering kali menghadapi penderitaan dan kesulitan di dalam kehidupan, mulai dari masalah di sekolah, konflik dalam keluarga, masalah dalam persahabatan, dan mungkin masih barnyak lagi yang lain. Bagaimana iman kita kepada Allah menolong kita menghadapi setiap penderitaan dan kesulitan?

Yesus mengalami kesedihan yang mendalam ketika Lazarus, sahabat-Nya, meninggal. Sebagai manusia, la ikut menangis. Namun, la tidak larut dalam penderitaan itu. la menye-rahkan persoalan itu kepada Allah karena la tahu bahwa Allah memiliki kuasa untuk meng-atasi penderitaan dan kematian. Ia menunjukkan empatinya kepada Maria dan Marta, saudara Lazarus, kemudian membangkitkan Lazarus dari kematian. Melalui kisah ini, kamu dapat belajar memercayai rencana Allah yang lebih besar, bahkan ketika kamu mengalami kesulitan dan penderitaan.

4. Keraguan akan penyertaan Allah

Keraguan adalah bagian alami dari pengalaman manusia. Apakah karnu pernah meragukan peran Allah di dalam kehidupanmu? Tomas, sekalipun ia merupakan salah satu dari dua belas murid terdekat Yesus, juga pernah ragu, la meragukan kebangkitan Yesus. Namun, keraguan Tomas berubah menjadi kepercayaan yang mendalam ketika ia bertemu dengan Kristus yang telah bangkit. Ucapan Yesus "Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya kepada Tomas menekankan pentingnya iman walaupun bukti yang nyata tidak ada (Yohanes 20:24-29). Ini mengajarkan kepada kita bahwa kepercayaan yang mendalam pada janji Allah diperlukan untuk mengatasi keraguan.

5. Menyeimbangkan kehidupan rohani dan kehidupan sehari-hari

Menjaga hubungan yang kuat dengan Tuhan di tengah kesibukan sehari-hari sering kali tidak mudah dilakukan. Di Lukas 10:38-42 kita melihat contoh menarik dari Marta dan Maria, dua perempuan bersaudara yang menyambut Yesus di rumah mereka. Sementara Marta sibuk menyiapkan makanan dan minuman, Maria memilih duduk di kaki Yesus dan mendengarkan ajaran-Nya. Yesus memuji Maria karena memilih memprioritaskan pemeliharaan rohani di tengah tuntutan kehidupan. Namun, keduanya sebenarnya melakukan hal yang sama penting. Ini mengingatkan kita agar kita selalu ingat membina hubungan kita dengan Allah dan melakukan tanggung jawab kita sehari-hari.

 

C. IMAN DALAM TINDAKAN

Bagaimana mewujudkan imanmu dalam tindakan? Tidak cukup hanya duduk membaca atau membicarakan iman. Kamu harus menunjukkannya. Mulailah dengan hal kecil, seperti memberikan pertolongan kepada orang-orang yang membutuhkan di sekitarmu, berjuang untuk menyatakan kebenaran, atau sesederhana menyebarkan kebaikan melalui senyuman atau kata-kata bijak. Ingatlah, tindakan kecil pun dapat memberi dampak besar pada lingkungan di sekitarmu.

Mari belajar dari beberapa tokoh berikut ini yang meneladani Yesus Kristus dengan menyatakan iman mereka dalam tindakan yang berdampak besar pada dunia di sekitar mereka.

1. Bunda Teresa

Bunda Teresa, seorang misionaris Katolik Roma, me-nunjukkan iman Kristen melalui dedikasinya melayani orang miskin dan sakit di Kolkata, India. Melalui ordo yang ia dirikan, ia menyediakan pelayanan medis, tem-pat tinggal, dan kasih sayang bagi mereka yang mem-butuhkan. la percaya bahwa semua orang diciptakan setara di mata Tuhan dan setiap orang berhak dicintai serta dihargai. Ia juga percaya bahwa kasih karunia Allah dapat mengubah hidup manusia, bahkan orang-orang yang paling terpuruk.

Gambar 3.3 Bunda Teresa Sumber: www.thejakartapost.com

Tindakan Bunda Teresa telah memberi dampak positif pada dunia dengan mengubah hidup jutaan orang. Tindakannya menjadi inspirasi dunia tentang kasih, belas kasihan, dan pelayanan tanpa pamrih. Banyak orang dari berbagai agama dan latar belakang ter inspirasi untuk melayani sesama manusia dan membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik.

2. Martin Luther King Jr.

Martin Luther King Jr.

Sumber: www.history.com

Martin Luther King Jr. adalah seorang pen-deta dan aktivis hak sipil Afrika-Amerika la memimpin gerakan hak sipil di Amerika Serikat pada tahun 1950-an dan 1960-an. la dikenal karena memperjuangkan kesetaraan ras di Amerika Serikat secara damai, tanpa kekerasan.

Gambar 3.4 Martin Luther King Jr. membela prinsip-prinsip keadilan, kesetaraan, dan cinta kasih. Pidato terkenalnya, I Have a Dream", mencerminkan visinya tentang masya-rakat yang diwarnai oleh nilai-nilai moral Kristen, seperti kesetaraan dan keadilan. King meyakini bahwa semua orang diciptakan setara di mata Tuhan, apa pun ras, agama, atau status sosial mereka. Ia juga percaya bahwa kasih karunia Allah dapat mengubah hati orang-orang, termasuk orang-orang yang paling rasis.

Tindakan King telah berdampak positif pada dunia, yaitu membantu mengakhiri segregasi ras di Amerika Serikat dan memperjuangkan hak-hak sipil semua orang. Ia telah menginspirasi orang-orang di seluruh dunia untuk memperjuangkan keadilan dan kese-taraan.

3. Fanny J. Crosby

Fanny J. Crosby, seorang penulis lagu Kristen abad ke-19, meng-ekspresikan imannya melalui tulisannya. Meskipun buta sejak kecil, Crosby menulis lebih dari 8.000 lagu rohani, termasuk "Blessed Assurance" ("Ku Berbahagia") dan "To God Be the Glory" ("Terpujilah Allah"). Lirik-lirik karya Fanny Crosby men-cerminkan iman mendalamnya kepada Allah serta merayakan kasih karunia dan pengampunan Allah. Ia percaya bahwa Allah mencintai semua orang, termasuk orang-orang berdosa. Ia juga percaya bahwa Allah dapat mengubah hidup orang-orang, bahkan orang-orang yang paling hancur.

 

Lagu-lagu Crosby memberi pengaruh besar dalam ibadah dan membangun iman orang Kristen. Karya-karyanya telah berdampak positif pada dunia, memberikan peng-hiburan dan harapan kepada orang-orang di seluruh dunia, menginspirasi orang-orang agar percaya pada kasih karunia Allah dan menemukan kedamaian di dalam Dia.

4. Nick Vujicic

Nick Vujicic, seorang pembicara Kristen, lahir tanpa lengan dan kaki. la menjadi teladan iman Kristen walau memiliki keterbatasan fisik. Melalui kisah hidupnya, Vujicic menun-jukkan bahwa dalam situasi sulit sekalipun kekuatan iman dan kasih Tuhan dapat membawa kita ke kehidupan yang berarti dan penuh harapan. Kasih karunia Allah dapat mem-bantu kita mengatasi setiap tantangan yang kita hadapi.

Vujicic percaya bahwa Tuhan telah memberinya tan-tangan berupa keterbatasan fisik untuk membantunya mencapai tujuan-Nya, yaitu memberkati orang lain.

Kisah Vujicic telah berdampak positif pada dunia, memberikan semangat kepada orang-orang di seluruh dunia bahwa apa pun keterbatasan mereka, mereka dapat menja-lani hidup yang bermakna dan bermanfaat. Ia telah meng-inspirasi orang-orang di seluruh dunia agar menemukan kekuatan dalam iman mereka dan tidak pernah menyerah untuk meraih impian.

 

5. Dr. Lie Dharmawan

Dr. Lie Dharmawan, seorang dokter Kristen Indonesia, menunjukkan imannya melalui pelayanan kesehatan dan sosial. la mendirikan Rumah Sakit Apung, kapal yang dilengkapi fasilitas medis seperti di rumah sakit darat. Rumah Sakit Apung berlayar ke berbagai pulau di Indonesia untuk memberikan pelayanan medis kepada masyarakat kurang mampu dan masyarakat yang sulit menjangkau rumah sakit karena tinggal di daerah terpencil.

Dr. Lie juga merintis berdirinya organisasi sosial bernama doctorShare. Organisasi yang beranggotakan para relawan berlatar belakang profesi medis maupun non-medis itu bertujuan memberikan layanan kesehatan dan bantuan kemanusiaan ke daerah terpencil Dengan memberikan perhatian kepada mereka yang membutuhkan, Dr. Lie Dharmawan membuktikan iman Kristennya melalui tindakan nyata dalam melayani sesama.

 

Nah, bagaimana dengan kamu? Apa saja yang dapat kamu lakukan untuk mewujudkan imanmu dalam tindakan nyata setiap hari? Ingatlah, hidup beriman adalah sebuah perja-lanan, bukan tujuan akhir. Akan ada guncangan dan jalan pintas di sepanjang jalan, saat-saat di mana imanmu terasa lemah atau goyah. Itu wajar! Namun, jangan menyerah. Ber-sandarlah kepada Allah. Terus rawat dan tumbuhkan imanmu. Beberapa cara berikut ini dapat menolongmu menumbuhkembangkan imanmu:

 

1. Berdoa

Sediakan waktu khusus untuk berbicara kepada Allah. Bagikan kegembiraan dan kekhawatiranmu, harapan dan ketakutanmu. Ingatlah, doa adalah saranamu membangun relasi yang erat dengan Allah. Makin erat relasi itu, makin mudah kamu memercayai Allah yang menjaga dan menuntun hidupmu.

2. Membaca Alkitab

Pernahkah kamu membayangkan Alkitab seperti peta harta karun yang membimbingmu lebih dekat kepada Allah? Alkitab penuh dengan panduan dan inspirasi untuk hidup beriman. Telusurilah kisah-kisah, hikmat, dan ajaran Allah di dalamnya. Tumbuhkan rasa ingin tahu-mu untuk menggali cerita-cerita tokoh iman di Alkitab. Belajarlah dari berbagai kisah mereka dan ayat-ayat yang menginspirasimu untuk hidup dalam ketaatan pada kehendak Allah.

3. Mengikuti kegiatan persekutuan

Iman berkembang di dalam komunitas. Temukan gereja atau kelompok persekutuan di mana kamu dapat berbagi pemikiran, keraguan, dan pengalaman dengan orang lain. Keli-lingi dirimu dengan orang-orang yang akan mendukung dan mendorong perjalanan imanmu.

4. Melakukan kebaikan

Iman bukan hanya tentang keyakinan, tetapi juga mencakup tindakan nyata. Carilah peluang untuk menunjukkan kasih Tuhan di dalam kehidupan sehari-harimu, Berbuat baik kepada teman sekelasmu, membantu mereka yang membutuhkan, dan menyatakan kebenaran. Ingatlah, bahkan tindakan kebaikan kecil pun dapat mendatangkan perubahan.

5. Hidup dengan rasa syukur

Luangkan waktu setiap hari untuk menghargai berkat Allah, besar maupun kecil, di dalam hidupmu. Matahari terbenam yang indah, tawa seorang teman, dan hidangan lezat adalah beberapa contoh karunia Allah. Hidup dengan rasa syukur menolongmu melihat dunia melalui lensa iman dan keajaiban karya Allah.

 

RANGKUMAN

 

Hidup beriman tidak sekadar melibatkan pengetahuan teoritis. Hidup beriman juga meli-batkan penerapan di dalam kehidupan sehari-hari. Tuhan Yesus, dalam Matius 22:37-39, merangkum inti hidup beriman, yaitu: "Kasihilah Tuhan Allahmu, dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu, dan dengan segenap akal budimu. Itulah perintah yang terutama dan yang pertama. Perintah yang kedua, yang sama dengan itu ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri." Iman harus diwujudnyatakan dalam tindakan sehari-hari yang mendatangkan berkat bagi sesama dan alam. Tokoh-tokoh iman di Alkitab dan tokoh Kristen masa kini dapat menjadi inspirasi iman.

Iman juga perlu dirawat dan ditumbuhkembangkan dengan cara berdoa, membaca Alkitab, mengikuti kegiatan persekutuan, melakukan kebaikan, dan hidup dengan penuh rasa syukur.


(Sumber: buku paket PAK kelas 8 Penerbit BPK)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar