Rabu, 18 Februari 2026

Bab 9 Terlibat Aktif dalam pelayanan di Gereja (Materi ajar PAK kelas 8)

Bab 9 Terlibat Aktif dalam pelayanan di Gereja 

Terlibat Aktif dalam pelayanan di Gereja

Bahan Alkitab: Mat 23:11, Kis 6:1-7, Yoh 13:1-17, 34-35

A. PELAYANAN SEBAGAI TUGAS PANGGILAN GEREJA 

 Selama berada di dunia, Tuhan Yesus terus-menerus menunjukkan sikap hidup melayani berlandaskan kasih dan semangat pelayanan tanpa pamrih. Perhatikan tindakan nyata pelayanan Yesus ketika la mencuci kaki para murid-Nya (Yohanes 13:1-17). Tindakan Tuhan Yesus tersebut menunjukkan kerendahan hati-Nya. Pelayanannya itu menunjukkan bahwa bagi Yesus, melayani orang lain bokanlah tugas vang rendah. Kauh hanya dapat dinyatakan melalui perbuatan baik dan kerendahan hati. 

Pelayanan menjadi ungkapan nyata komitmen untuk mengikuti jejak Kristus, memenuhi perintah-Nya untuk saling mengasihi (Yohanes 13:34-35). 

Di dalam Matius 23:11. Tuhan Yesus bahkan menekankan bahwa yang terbesar di antara kita harus menjadi pelayan. Selarijutnya, Rasul Paulus menjelaskan ide ini di Galatia 5:13, menyatakan, "Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Namun, janganlah mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk hidup dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain dengan kasih." 

Kata "pelayanan" di dalam Alkitab Perjanjian Baru adalah diakonia, berasal dari bahasa Yunanı yang berarti pelayanan kepada orang miskin, papa, dan lemah secara ekonomi, hukum, dan sosial. Tujuannya adalah untuk memberdayakan mereka sehingga mampu mandiri dan menjadi manusia yang utuh. Melalui pelayanannya, gereja hadir di tengah dunia yang bergumul dengan berbagai masalah kemanusiaan dan penderitaan. Pelayanan gereja akan membawa dampak perubahan positif, tidak hanya pada gereja itu sendiri, tetapi juga pada lingkungan tempat gereja berada. 

 Diakonia yang menjadi tugas utama diaken (pelayan) dilakukan dengan melibatkan seluruh potensi jemaat. Sebagai remaja gereja, kamu pun dipanggil untuk terlibat dalam pelayanan gereja agar tercipta kedamaian, keadilan, dan kesejahteraan masyarakat tempat gerejamu berada. 

 

Aktivitas 2: Eksplorasi Alkitab 

Bacalah Kisah Para Rasul 6:1-7, kemudian diskusikan pertanyaan-pertanyaan di bawah ini di dalam kelompok! 

1. Bagaimana situasi sosial jemaat pada waktu itu sehingga jemaat membutuhkan tujuh pelayan jemaat (diaken)? 

2 Apa saja kriteria untuk menjadi diaken tersebut? Menurutmu, mengapa kriteria itu penting untuk dipenuhi?

3. Apa saja tugas ketujuh diaken tersebut? 

4. Apa yang dapat kamu pelajari dari bacaan Alkitab ini untuk mendukung keterlibat anmu dalam pelayanan gerejał 

5. Menurutmu, apakah dibutuhkan sikap hidup yang seturut kehendak Allah agar dapat melayani? Jelaskan! 

 

Melakukan pelayanan tidak hanya memberi manfaat kepada orang yang kamu layani tetapi juga dapat membawa perubahan pada dirimu sendiri. Sebagai remaja yang sedang bertumbuh dan berproses menjadi lebih dewasa, melakukan pelayanan dapat menyalakan semangatmu untuk terus berkarya, memupuk hubungan yang lebih dalam dengan sesama dan mengembangkan keterampilan penting, seperti empati, kepemimpinan, dan pemecahan masalah. 

Ingatlah, bahkan pelayanan sederhana, seperti menyapa teman, menawarkan bantuan mengantar teman yang sakit di sekolah ke UKS, atau menyambut orang tua yang baru pulang bekerja dapat memberi dampak mendalam. Tindakan-tindakan sehari-hari ini me rupakan jawaban kita terhadap panggilan Allah untuk melayani dengan kasih dan belas kasih tanpa pamrih sebagaimana Tuhan Yesus telah teladankan. Dengan rendah hati la mencuci kaki para murid-Nya. Dengan belas kasih Ia menyembuhkan orang sakit, memberi makan mereka yang lapar, dan membela mereka yang terpinggirkan. la menunjukkan bahwa pelayanan yang sejati tampak dalam tindakan nyata. 


B. SUKACITA DALAM MELAYANI 

 Apakah kamu senang dan bersukacita saat melayani? Tahukah kamu, saat kamu melayani dengan sukacita, orang lain dapat termotivasi untuk ikut terlibat dan pelayanan dan meng alami sukacita yang sama. Melayani dengan sukacita juga dapat memperkuat imanmu kepada Allah karena kamu sedang melakukan kehendak Allah dan melaksanakan pang-gilan-Nya untuk melayani. 

Pernahkah kamu mengalami kesulitan saat melayani? Memang, pelayanan bukan tanpa tantangan dan hambatan. Tuhan Yesus sendiri menghadapi banyak tantangan dalam karya pelayanan-Nya. Ia pernah diragukan dan ditolak, bahkan dituduh menghujat Allah hingga akhirnya menderita dan mati di kayu salib. Namun, berkat komitmen-Nya yang teguh pada misi-Nya di dunia, kasih karunia-Nya yang tak terbatas, dan pengampunan-Nya yang tegas di tengah ketidakadilan yang la alami, kita umat manusia diselamatkan. Mari belajar dari keteguhan hati-Nya saat kamu ragu sehingga kamu tetap teguh melayani walaupun menghadapi berbagai tantangan. 

Untuk menghadapi tantangan dalam pelayanan dibutuhkan tekad dan komitmen yang kuat seperti Tuhan Yesus yang tetap teguh dalam pelayanan-Nya walaupun terasa berat. Selain itu, kamu perlu kembali mengingat alasan dan tujuanmu melakukan pela-yanan. Pelayanan merupakan bagian dari tugas dan tanggung jawabmu sebagai warga gereja sekaligus sebagai ungkapan syukur atas kasih Allah dalam hidupmu. 

Pelayanan menjadi jalan untuk bertumbuh dalam iman kepada Allah. Saat kamu melayani, membagikan kasih Kristus secara nyata, Allah juga mengubah karaktermu menjadi remaja Kristen yang lebih baik: lebih rendah hati, lebih mengasihi sesama dan solider terhadap sesama. 

Namun, kita perlu mewaspadai godaan bangga berlebihan terhadap pelayanan yang kita lakukan, godaan melayani demi mendapatkan pengakuan atau meningkatkan citra diri. Atau, kita membantu orang lain bukan karena kita tulus peduli, melainkan untuk memenuhi tujuan pribadi atau membesarkan ego kita. Tuhan Yesus memperingatkan tentang hal ini di Matius 6:1: "Ingatlah, jangan kamu mengamalkan kesalehanmu di depan umum supaya dilihat orang, karena jika melakukan demikian, kamu tidak memperoleh upah dari Bapamu yang di surga." 

Pelayanan sejati timbul dari kerendahan hati dan keinginan tulus untuk meringankan penderitaan dan membawa kasih Allah ke dunia. 


C. REMAJA YANG MELAYANI DAN MEMBAWA PEMBARUAN 

Remaja Kristen tidak sebatas menghadiri ibadah hari Minggu di gereja, berdoa, dan mem pelajari firman Allah. Remaja Kristen meneladani Kristus, yaitu keluar dari zona nyaman, menyingsingkan lengan baju untuk secara aktif melayani sesama. 

Kamu mungkin berpikir, ah, saya kan masih remaja, siswa kelas 8. Pelayanan apa yang bisa saya lakukan? Memangnya pelayanan saya bisa membawa pembaruan? 

Kenalilah potensi dan bakatmu, kemudian mulailah dari hal-hal kecil dan sederhana. 

Kegiatan-kegiatan sederhana di atas menunjukkan bahwa pelayanan dapat dimulai dari gereja, tetapi tidak terbatas hanya di gereja. Sebagai remaja gereja, kamu pun dipanggil untuk melayani lebih luas lagi karena gereja memiliki misi Allah untuk membawa dama sejahtera ke dunia, menjadi terang dan garam bagi dunia di sekitarmu, serta membawa pembaruan untuk dirimu sendiri, gereja, dan masyarakat.

 

Berikut ini adalah beberapa bentuk pelayanan yang dapat kamu lakukan untuk membawa pembaruan di lingkungan sekitarmu: 

1. Pelayanan masyarakat 

Kamu dapat melibatkan diri dalam kegiatan-kegiatan sosial, seperti menjadi sukarelawan di tempat penampungan korban bencana, berpartisipasi dalam proyek membersihkan lingkungan, atau melayani lansia di panti wreda. 

2. Mentor teman sebaya 

Kamu dapat menjadi mentor pelajaran di sekolah atau berpartisipasi dalam kegiatan pelayanan remaja di gereja. 

3. Pelayanan musik dalam ibadah 

Kamu dapat berpartisipasi dalam pelayanan musik atau memimpin pujian ibadah. Ini dapat meningkatkan pengalaman ibadah dan membentuk hubungan yang lebih dalam dengan Allah serta memberimu kesempatan untuk membagikan iman dan bakatmu se-hingga terman sebaya lainnya juga makin merasa atau memiliki keinginan yang sama untuk terhubung dengan Allah. 

4. Media sosial untuk penginjilan 

Pada era digital saat ini, kamu dapat memanfaatkan media sosial untuk membagikan pesan positif, firman Allah, dan menginspirasi orang lain untuk bertumbuh dalam iman kepada Allah. Pelayanan di media sosial ini berpotensi untuk berdampak secara luas karena dapat menjangkau banyak orang. 

 Melayani berdasarkan prinsip-prinsip pelayanan Kristen merupakan aspek penting dalam perjalanan iman. Dengan berkontribusi secara aktif di lingkungan sekitarmu, kamu menunjukkan kekuatan transformasi kasih dan pelayanan Kristen. Dengan melayani, kamu menghayati ajaran Tuhan Yesus, menumbuhkan imanmu, dan memberi dampak bermakna pada dunia di sekitarmu. 

 

RANGKUMAN 

Pelayanan atau dalam bahasa Yunani, diakonia, berarti pelayanan kepada orang miskin, papa, dan lemah secara ekonomi, hukum, dan sosial. Tujuan pelayanan adalah untuk memberdayakan yang lemah dan papa agar mampu mandiri dan menjadi manusia yang utuh. Dengan melakukan pelayanan, gereja hadir di tengah dunia yang bergumul dengan berbagai masalah kemanusiaan dan penderitaan. 

Saat menghadapi tantangan dalam pelayanan, kita perlu memiliki tekad dan komitmen yang kuat, seperti yang telah diteladankan oleh Tuhan Yesus. la tetap teguh dalam pelayanan-Nya walaupun terasa berat. 

Pelayanan adalah bagian dari tugas dan tanggung jawab sebagai warga gereja sekaligus salah satu bentuk ungkapan syukur kita atas kasih-Nya di dalam kehidupan kita. 

Pelayanan mendorong kita bertumbuh dalam iman kepada Allah. Dalam pelayanan, kita dimampukan untuk membagikan kasih Kristus secara nyata. Di dalam pelayanan ada kekuatan perubahan dari Allah yang membentuk karakter remaja Kristen menjadi lebih baik. Saat kita melayani, Allah mengubah kita dan membentuk karakter kita menjadi remaja Kristen yang lebih rendah hati, lebih mengasihi, dan solider terhadap sesama.

 

 

Sumber: buku paket PAK kelas 8, penerbit BPK